Kali Pertama, Indonesia Ikuti Kategori Teen Size Robot dalam Kontes RoboCup 2017 Jepang

Tim robot PENS yang akan mewakili Indonesia dalam kompetisi robot internasional di Nagoya, Jepang 25-31 Juli 2017.

SURABAYA (global-news.co.id)-Selama sepekan 25-31 Juli 2017 mendatang, tim robot Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) yang mewakili Indonesia dalam ajang kontes robot tingkat internasional, RoboCup 2017 di Nagoya, Jepang.

Dadet Pramadihanto, Ketua Peneliti Tim EEPIS Robotics Research Center (ER2C), mengungkapkan untuk pertama kalinya setelah 15 tahun penyelenggaraan kompetisi bergengsi ini, tim robot Indonesia ikut kategori teen size (ukuran) remaja.

“Kami punya T-Flow Teen Size Humanoid Robot yang berukuran 110 cm. Dalam kategori ini, Indonesia pertama kali mengikuti ajang RoboCup 2017 ini, setelah sekitar 15 tahun lomba ini terselenggara,” kata Dadet Pramadihanto, Kamis (20/7/2017).

Sekadar diketahui, RoboCup memiliki beberapa liga untuk kompetisi robot. Kompetisi terbagi dua yakni Major League dan Junior League. Khusus Major League terbagi dalam beberapa kompetisi yakni (1) RoboCup Soccer (terbagi dalam humanoid, standard platform, middle size, small sizedan simulation), (2) RoboCup Industrial (RoboCup Logistics dan RoboCup@Work), (3) RoboCup Rescue (Rescue Robot League dan Rescue Simulation League), (4) RoboCup@Home.

Sedangkan Major League RoboCup Socer Humanoid terbagi dalam tiga kategori yakni kid size humanoid, Teen size humanoid, dan adult size humanoid.

Dadet mengatakan, kali ini tim robot PENS baru mengikuti kategoti teen size dan kid size. Mengapa kategori adult size tidak ikut?

Menurut Dadet, pembiayaan robot adult size tidak murah. Namun pria berambut sebahu tersebut mengaku tengah mempersiapkan untuk kategori Adult Size. “Kita berharap tahun depan sudah bisa mengikuti ajang RoboCup kategori tersebut,” ujarnya.

Istimewa
tim robot T-Flow yang akan bersaing dengan robot dari negara maju.

Sekadar diketahui, T-Flow Teen Size Humanoid Robot Team terdiri dari dua robot dengan ukuran tinggi 90 cm berat 8,5 kg dan 110 cm berat 14,5 kg. Dengan system mekanik yang ada memungkinkan robot ini bergerak lebih fleksibel dalam mencontoh gerakan manusia.

Robot T-Flow ini dilengkapi kemampuan memetakan lapangan pertandingan, mengenali dan melokalisasi bola, gawang, garis lapangan, dan membedakan mana robot kawan dan robot lawan.

Seperti layaknya gerakan manusia, T-Flow juga mampu menggiring, merebut dari lawan dan mencetak gol. Bahkan robot ini juga dirancang menendang bola yang sedang bergerak dan bahkan melompat, menjaga keseimbangan.

Menurut Dadet, Indonesia tidak tertinggal kalau soal robotika. Dalam kategori teen size, negara peserta yang ikut bersaing antara lain India, Iran, Kanada, Taiwan, Jerman, Inggris, dan Koreal Selatan.

Selain kategori teen size, tim robot PENS juga mengeluarkan Eros kid size humanoid robot. Robot yang disebut terakhir ini sudah mengikuti kompetisi dalam kategori sejak 2011 dan pernah mencapai prestasi empat besar mulai 2012.

Tim ER2C terdiri dari 9 anggota di antaranya Dadet Pramadihanto (peneliti), Raden Sanggar Dewanto (peneliti), Eko Henfri Binungroho (peneliti), Achmad Subhan (peneliti), Ardianstah Al Farouq (program magister terapan) Dimas Pritsovasi Wardhana (program magister terapan), Muhammad Rindo Wardhana (program diploma 4), Sucipto Adi (program diploma 4), dan Rizqi Aulida Khilmi (program diploma 4).(faz)