Gelar Job Fair, Disnakertrans Jatim Sediakan Dua Ribu Lowongan

GN/Istimewa
Suasana job market fair yang diselenggarakan Disnakertrans bersama puluhan perusahaan pendukung. Inset: Kadisnakertrans Jatim Setiajit.

SURABAYA (global-news.co.id)- Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur Setiajit menegaskan pihaknya mengandalkan Balai Latihan Kerja (BLK) terutama dalam menyikapi angka pengangguran Jatim dalam database Badan Pusat Statisti (BPS) yang mencapai 855.750 orang per bulan Februari 2017.

Salah satu terobosan yang dilakukan, kata Setiajit,  adalah membuat program pelatihan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Beberapa perusahaan sudah melakukan kerjasama agar tenaga kerja yang telah lulus dari BLK dapat langsung diterima.

Terkait dengan hal tersebut, Disnakertrans Jatim pun menyelenggarakan Job Market Fair (JMF) tanpa dipungut biaya apapun, Rabu (26/7/2017) yang digelar di kompleks UPT Pelatihan Kerja Jalan Dukuh Menanggal III/29.  Dalam job fair kali ini, disediakan sebanyak 2.000 lowongan kerja (loker) dengan melibatkan 50 perusahan terkemuka.

Setiajit menjelaskan, job fair merupakan pertemuan pencari kerja dengan penyedia lowongan kerja dalam hal ini perusahaan, sehingga dalam hal ini pemerintah sebagai jembatan. Job Fair yang dilaksanakan Pemprov Jatim menjadi komitmen keberpihakan pemerintah untuk memberikan pelayanan penempatan kerja. “Perusahaan yang bekerjasama menyediakan loker bergerak di berbagai bidang, di antaranya keuangan, makanan, minuman, distributor, jasa perdagangan dan lainnya,” ungkapnya.

Selain dapat mengurangi pengangguran, loker yang disediakan merupakan bukti konkret pemprov untuk mendorong lebih banyak penyerapan angkatan kerja di berbagai sektor usaha.

“Sinergi Kelapa UPT Pelatihan Kerja, Kepala Disnaker kabupaten/kota dan perusahaan patut diapresiasi sehingga job fair hari ini berjalan sukses. Kami berharap seluruh loker yang disediakan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para pencari kerja,” tutur Setiajit usai membuka Job Fair.

Tidak hanya menambah penyerapan tenaga kerja melalui pengembangan keahlian di BLK, Disnaker Jatim juga mendorong siswa SMK berproses di BLK agar angkatan kerja Jawa Timur memiliki empat kompetensi.

“Jadi,empat kompetensi yang terdiri dari pengetahuan, keterampilan, perilaku dan sosial, semuanya harus dimiliki angkatan kerja kita. Itu modal utama untuk bersaing sekaligus menjadi pemenang,” kata Setiajit.

Ia menjelaskan, kompetensi pengetahuan merupakan pengusaan secara teoritis terhadap bidang keahlian tertentu. Jika saat di sekolah porsi belajar 70 persen teori dan 30 persen praktik, maka di BLK berubah drastis menjadi 80 persen praktik dan 20 persen teori. “Meski tidak terlalu banyak namun pengetahuan harus tetap ada,” ujarnya.

Kompetensi keterampilan, sambungnya, menjadi bagian sangat dominan selama mengikuti pelatihan di BLK. Para instruktur harus memastikan siswa paham dan mampu menguasai keahlian. “Seluruh instruktur melatih tidak hanya memberikan pelatihan sesuai jam pelajaran tetapi memberikan pelatihan sampai bisa,” jelas Setiajit.

Menurutnya, instuktur tidak hanya melatih,namun juga memiliki kemampuan training  analisis, memilik job analisis, kemampuan bersinergi dengan perusahaan, ilmu-ilmu supervisor di perusahaan dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, dua kompetensi lain yaitu kompetensi perilaku merujuk pada kedisiplinan sedangkan kompetensi sosial kemampuan berinteraksi dengan orang lain seperti menguasai bahasa asing. “Orang yang menguasai kompetensi sosial itu pasti mudah bergaul, bergaul dengan atasan maupun dengan sesama pekerja,” ucapnya.(inf)