Disdik Pamekasan Jalankan Rintisan Kelas Digital Siswa SMP

Moh Tarsun dan Bupati Achmad Syaffi

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan sejak dua terakhir terakhir ini telah melakukan rintisan kelas digital untuk SMP. Langkah ini diawali dari SMPN 3 Pamekasan dan saat ini telah terlaksana untuk 8 SMP. Di antara  sekolah itu ada yang melaksanakan program ini secara mandiri.

Kepala Disdik Pamekasan Drs Moh Tarsun mengatakan  program ini adalah rintisan kelas pembelajaran yang tak terbatas dengan jarak, tempat dan waktu dan hal lain yang beda dengan kelas konvensional. Anak atau siswa bisa melakukan eksplorasi kreatifitasnya di dunia maya sehingga dari aspek efektifitas hasil pelajaran akan lebih baik.

“Dari hasil atau laporan  yang kami temukan tampak sekali hasilnya lebih baik dari  para siswa peserta rintisan kelas digital ini dibandingkan dengan yang lainnya. Ditemukan di SMPN 3.  Dan sekolah sekolah lainnya yang di Pamekasan hingga tahun 2017  ini telah berjalan di 8 sekolah rintisan kelas digital,” kata Tarsun.

Dia menegaskan rintisan kelas digital ini hasil kerjasama antara Disdik Pamekasan  dengan Seamolec (sebuah lembaga tingkat Asia Tenggara yang bergerak dalam pemberian bantuan dan fasilitasi peningkatan bidang pendidikan). Lalu sebagai konsultan atau mitranya mengandeng Fakultas Tehnik Universitas Madura Pamekasan .

Menurut rencana rintisan kelas digital yang telah berjalan di 8 SMP itu pada tahun 2018 ini akan dikembangkan lagi secara lebih luas. Tujuannya agar peningkatan prestasi pendidikan  siswa SMP dapat berjalan lebih baik. Dan di antara hal penting yang harus diperhatikan adalah komunikasi dan kerjasama dengan orangtua juga tetap harus berjalan dengan baik.

Rintisan kelas digital ini adalah satu dari program kreatif  inovasi dari Disdik Pamekasan yang dibuat untuk memenuhi tuntutan Bupati Pamekasan Achmad Syafii. Syafii memang meminta agar tiap OPD di Pamekasan membuat program inovasi kreatif atau program unggulan. Syafii menginginkan dengan dibuatnya program inovatif unggulan untuk tiap OPD, maka itu akan mempercepat terealisirnya program peningkatan kesejahteraan rakyat.

Perintah membuat program layanan publik inovatif unggulan ini diilhami  oleh keberhasilan Dinas Peternakan Pamekasan.  Dinas itu selama dua tahun terakhir telah mendapatkan pengahargaan tingkat nasional dari KemenPAN dan RB atas program inovatif dalam bidang peternakan yakni program inseminasi buatan Satu Saka (satu tahun satu kelahiran) dan yang terakhir program Sigap Sratus.

Saat ini telah banyak OPD yang telah membuat program inovasi layanan publik unggulan tersebut. Di antaranya adalah Disdik dengan melalui program rintisan kelas digital. Bahkan Bupati Syafii merencanakan program layanan public iniovasif unggulan yang dibuat OPD itu nanti akan dibahas dalam rapat terbuka untuk dikritisi kelayakan, perencanaan  hingga kemungkinan efektifitasnya terhadap kebutuhan masyarakat. (mas/*)