Cuaca Ekstrem Sambut CJH, Ini Imbauan bagi Jamaah

Jamaah haji diimbau selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruang, mengingat cuaca cukup ekstrem.

MADINAH (global-news.co.id)-Kedatangan calon jamaah haji (CJH) gelombang pertama asal Indonesia disambut cuaca ekstrem yang sekarang terjadi di Madinah. Dari catatan yang ada, saat ini cuaca di Arab Saudi berkisar antara 41-49 celcius.

Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah mengimbau agar CJH melakukan berbagai hal agar kondisi fisiknya tetap fit dan bisa beribadah. Suhu ekstrem diperkirakan akan terus terjadi sepanjang musim haji, yakni periode Agustus-Oktober. Karenanya, CJH diminta untuk bersiap-siap menghadapi cuaca seperti ini.

Kasubsi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Ika Nurfarida Soleh, mengatakan CJH harus memperbanyak minum air, sering-sering menyemprot wajah atau bagian tubuh dengan air, memakai masker basah, dan membawa payung atau peralatan penunjang lain saat bepergian ke manapun. “Usahakan sering minum air meski tidak haus. Dan jangan sampai terpapar matahari secara langsung. Hindari aktivitas fisik berlebihan, terutama untuk kegiatan di luar ibadah,” kata Ika, di Madinah, Sabtu (29/7/2017).

Dengan cuaca seperti ini, kata Ika, CJH kerap mengalami gangguan kesehatan. “Yang paling ringan, kulit kering dan pecah-pecah,” ujarnya. “Paling berat heat stroke yang dapat berakibat penurunan kesadaran hingga kematian,” tambahnya.

Ika juga menyarankan agar jamaah menghindari aktivitas berlebihan di luar gedung. “Saat ini sudah ada dua jamaah yang dirawat. “Satu jamaah yakni Ny DD (55) didiagnosa mengalami hipertensi sehingga dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan satu lagi Ny YM dirujuk ke Mosat Hospital, Madinah karena diabetes serius,” terang Ika.

Imbauan serupa juga disampaikan Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI) Jeddah. Imbauan dan larangan ini terkait dengan keamanan, kenyamanan, kesehatan, dan kepatuhan jamaah terhadap regulasi di Arab Saudi. Jamaah dihimbau agar selalu waspada terhadap keamanan di sekitar.

Selama berada di Arab jamaah diminta tetap memakai identitas baik gelang maupun tanda pengenal lainnya. Ingat, jangan sampai tertukar dengan identitas orang lain.

Tips lain untuk menjaga keamanan adalah dengan selalu berkelompok saat bepergian. Jangan lupa membawa telepon seluler serta nomor telepon/alamat petugas kloter/sektor/daker saat bepergian. Jamaah juga harus waspada dengan ajakan orang tidak kenal selain juga supaya tidak membawa uang berlebih dan perhiasan mencolok. Saat hendak meninggalkan kamar pastikan listrik dan peralatan elektronik telah dimatikan, koper, dan pintu kamar terkunci dengan baik.

Guna menjaga kebersihan dan kesehatan, jamaah diharapkan tetap menjaga kebugaran dengan banyak minum air putih, makan buah, dan istirahat yang cukup. Selalu kenakan pakaian yang bersih dan rapi saat ibadah maupun aktivitas lain. Sebaiknya jamaah menghindari terpapar langsung sinar matahari dengan memakai payung atau pakai yang dapat melindungi dari angin, panas, dan debu.

Saat jamaah berada di hotel sebaiknya ikuti ketentuan standar. Jangan memasukkan tamu tidak dikenal. Jamaah juga wajib membuang sampah pada tempat yang tersedia, hemat air, tidak memasak di kamar, jaga kebersihan kamar tidur dan kamar mandi, serta jangan membuang sampah di dalam toilet/WC. Jika AC dimatikan dan dihidupkan kembali harus menunggu sekitar 15 menit terlebih dahulu.

Sedangkan khusus bagi perokok agar memanfaatkan smooking room atau smooking area alias jangan merokok sembarang tempat karena pemerintah Saudi ketat dalam aturan ini. Sebelum membuang puntung rokok di tempat sampah pastikan bahwa rokok telah dipadamkan.

Begitu pun saat jamaah merasakan badan kurang nyaman agar segera menghubungi petugas kesehatan kloter maupun daker. Jamaah harus terbuka masalah kesehatan kepada petugas. Dan jika ada kesulitan supaya segera menghubungi petugas yang ada.

Sementara beberapa larangan bagi jamaah haji di antaranya masalah rokok, narkoba, dan etika. Jangan coba-coba membawa dan memakai narkoba atau sejenisnya saat berada di Arab Saudi. Membuang rokok yang masih menyala juga merupakan hal terlarang di Saudi. Sedangkan khusus bagi wanita dilarang memakai pakain transparan dan ketat yang tidak menutup aurat dengaj sempurna. Selain itu bagi wanita juga tidak diperkenankan memakai perhiasan mencolok dan berlebih.

Jamaah diminta mematuhi imbauan dan larangan selama berada di Arab Saudi. Hal ini demi keamanan, kelancaran, dan kenyamanan selama menjalankan ibadah di tanah suci. * dtk, kmg, sir