Angka Kematian Ibu Melahirkan di Sampang Menurun

Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Provinsi Jatim, Dra Hj Nina Soekarwo MSi saat memberikan sambutan.

SURABAYA (global-news.co.id)-Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan di Kabupaten Sampang terus menurun. Saat ini tercatat AKI di Kab. Sampang sebesar 84/100.000 kelahiran hidup. Angka ini lebih baik dari standar Suistanable Development Goals (SDGs) sebesar 102/100.000 kelahiran hidup.

Sementara itu, Angka Kematian Bayi (AKB) di Kab. Sampang sebesar 11/1000 kelahiran hidup, dimana AKB Jatim sebesar 23/1.000 kelahiran hidup. Hal ini disampaikan Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Provinsi Jatim, Dra Hj Nina Soekarwo MSi, usai melantik Ketua TP PKK Kab. Sampang dan Ketua Dekranasda Kab. Sampang, Hj Suci Rahayu Fadhilah Budiono, sisa masa bakti Tahun 2013-2018 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (6/7/2017).

Bude Karwo, sapaan akrab Ketua TP PKK Prov. Jatim menyampaikan, di Jatim sendiri ada pendampingan bagi ibu hamil mulai mengandung sampai nifas. Program ini akan diadopsi oleh Menteri Kesehatan. “Program ini satu-satunya di Indonesia dan baru ada Jatim,” kata isteri Gubernur Jatim ini.

Sebagai mitra kerja pemerintah, lanjut Bude Karwo, PKK dengan 10 program pokoknya mencakup seluruh kebutuhan dasar hidup manusia. Seperti posyandu balita sampai dengan posyandu lansia.

Untuk itu, ia berharap peran serta PKK dalam membantu pemerintah dan bersinergi menyejahterakan ekonomi perempuan sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan eonomi sekaligus menurunkan kemiskinan.

“Seyogyanya program pemerintah melibatkan PKK, seperti musrenbang di Prov. Jatim mengajak PKK. Sehingga program pembangunan dan program PKK bisa sinkron,” katanya.

Sementara itu, di bidang kerajinan, Sampang memiliki tiga produk unggulan, tetapi yang masuk di Dekranasda  ada dua yaitu sepatu dan batik tulis. Menurutnya, sepatu dan batik tulis memiliki potensi ekonomi paling besar. Ke depan, ia berharap semakin banyak lagi produk kerajinan Sampang yang mendapat pengakuan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Ditambahkannya, ada beberapa masalah yang dihadapi para perajin. Yaitu, kesenjangan transformasi perajin yang disebabkan cepatnya teknologi, kurangnya regenerasi perajin berbasis lokal, dan inkontinuitas dan kurang stabilnya perajin dalam menjaga mutu dan hasil produk dalam jumlah banyak. Serta, masih banyak perajin yang belum mengikuti selera konsumen.

Solusinya, TP PKK Prov. Jatim memiliki beberapa program seperti, peningkatan kualitas SDM perajin, perluasan jaringan pemasaran, publikasi melalui media cetak dan elektronik, serta fasilitas pendampingan pemberian HAKI dan sertifikasi. * nas