Trem Tunjungan-Joyoboyo Dianggarkan Rp 100 Miliar

Kendaraan alat berat membongkar bangunan di Jalan Simpang Dukuh yang nantinya akan dilewati trem, Jumat (9/6/2017). – GN/PURNOMO

SURABAYA (global-news.co.id)- Rencana pembangunan trem di Surabaya yang semula masih terkendala pendanaan, akhirnya mulai teratasi. Ini seiring adanya persetujuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait proyek angkutan massal di Surabaya.

Bahkan untuk pembangunan proyek trem Pemerintah menyetujui pembangunan tahap pertama utara-selatan, yakni rute Tunjungan hingga Joyoboyo dengan anggaran Rp100 miliar, dari total pendanaan proyek yang mencapai Rp 2,7 triliun.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, komitmen pendanaan ini adalah hasil rapat dengan Kementerian Perhubungan. Untuk pembiayaan trem mencapai Rp2,7 triliun yang berasal dari APBN dan akan cair secara bertahap.

“Kemarin dirapatkan di Kemenhub kalau untuk trem di Surabaya, mereka sudah punya biayanya dari APBN. Untuk tahun ini baru Rp100 miliar. Untuk tahun depan akan lebih banyak lagi anggarannya,” kata Risma, saat ditemui di sela-sela pembongkaran bangunan di Jl. Simpang Dukuh, Surabaya, Jumat (9/6/2017).

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini menambahkan, proyek trem tahun ini diawali dengan pembangunan di Jalan Tunjungan, menuju Joyoboyo. Sementara untuk pembangunan kedua nantinya dari Tunjungan ke Jembatan Merah. “Untuk arah timur-barat, moda yang dikembangkan adalah light rail transit (LRT). Untuk rute timur-barat ini lebih panjang dari yang rute trem utara-selatan,” terang Risma.

Untuk pengerjaan LRT ini, Wali Kota menyebut, akan membuat usulan untuk Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). “Yang kita ikutkan KPBU itu yang timur barat. Aku proses dulu sambil menunggu sampai mana yang akan dikerjakan Kemenhub. Tapi sudah ada anggarannya. Mungkin akan lebih murah karena kita pakai LRT. Kalau monorel, itu mahal sekali. Kemungkinan ada yang seperti trem tapi bisa naik di tempat-tempat ter-tentu karena ada viaduk yang kita tidak akan bongkar dan juga ada yang turun,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat menambahkan, pertemuan dengan Kemenhub memberikan titik terang bagi pengerjaan proyek trem di Surabaya, meskipun dalam kenyataannya mundur karena kondisi faktor pembiayaan. Meski begitu, selama ini Pemkot Surabaya telah melaksanakan domain pekerjaan sesuai memorandum of understanding (MoU) pada 2015 silam.

“Sekarang sudah ada titik terang pembiayaan APBN untuk utara-selatan dan untuk barat-timur skema diusulkan pembiayaan melalui KPBU,” kata Irvan.

Ia menegaskan, dinasnya sudah memperhitungkan antisipasi penggunaan jalan Tunjungan untuk jalur trem, yakni dengan pelebaran Jalan Simpang Dukuh. Menurutnya, pelebaran ini akan dikerjakan secara paralel. * pur