Ramadhan dan Lebaran 2017, Pertamina MOR V Antisipasi Peningkatan Kebutuhan BBM-Elpiji

GN
General manager Pertamina Marketing Operation Region V Herman M. Zaini didampingi Area manager Communication & Relations Jatimbalinus Heppy Wulansari menjelaskan persiapan pasokan kebutuhan BBM dan LPG selama Ramadhan dan Lebaran 2017.

SURABAYA (global-news.co.id)-Pertamina Marketing Operation Region V melakukan serangkaian langkah menghadapi peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara pada bulan Ramadhan dan Lebaran 1438 Hijriyah.

Langkah tersebut meliputi persiapan di sektor transportasi darat, pemenuhan kebutuhan elpiji, serta persiapan di sektor transportasi udara.

Herman M. Zaini, General Manager Pertamina Marketing Operation Region V menyebutkan prediksi penyaluran BBM tertinggi Lebaran 2017 terjadi pada puncak arus mudik hari Jumat dan Sabtu tanggal 23 dan 24 Juni 2017.

“Namun sejak hari Senin tanggal 19 hingga 22 Juni telah terjadi peningkatan konsumsi BBM. Sedangkan puncak arus balik terjadi pada hari Sabtu-Minggu tanggal 1 & 2 Juli 2017,” jelas Herman di sela kegiatan buka bersama media di terminal BBM Pertamian Jl Perak Barat, Kamis (8/6/2017).

Selanjutnya, penyaluran gasoil akan mengalami penurunan H-7 sampai H+7 masa lebaran seiring larangan beroperasi kendaraan berat. Prediksi berdasarkan trend penjualan dan realisasi Januari hingga Maret, konsumsi gasoline (Premium + Pertamax Series) akan mengalami kenaikan 10 persen, dibanding harian normal.

Prediksi gasoil (Solar/Bio + Pertamina Dex series) akan mengalami penurunan 14 persen, namun sisi Pertamina Dex dan Dexlite kan mengalami kenaikan 11 persen.

“Penurunan prediksi 2017 lebih rendah 2016 dikarenakan pada lebaran 2016 terjadi kondisi awal peralihan konsumsi dari produk PSO ke Pertamax series sehingga kenaikan sangat signifikan,” jelas Herman.

Untuk wilayah Jatim prediksi konsumsi tertinggi arus mudik pada tanggal 23 Juni 2017 sebesar 4013 KL/hari atau naik 14 persen dari normal dan prediksi konsumsi tertinggi arus balik pada tanggal 3–4 Juli 2017 sebesar 4022 KL/hari day atau naik 15 persen dari normal.

“Sedangkan untuk wilayah Bali peningkatan konsumsi BBM juga diprediksikan terjadi seiring liburan dalam rangka Lebaran,” tambah Heppy Wulansari, Area Manager Communications and Relations MOR V Jatimbalinus.

Prediksi konsumsi tertinggi pada tanggal 23 Juni 2017 sebesar 4013 KL/hari atau naik 14 persen dari normal, prediksi konsumsi tertinggi arus balik pada tanggal 3–4 Juli 2017 sebesar 4022 KL/hari day atau naik 15 persen dari normal.

Adapun untuk wilayah NTB, prediksi konsumsi tertinggi arus mudik pada tanggal 23 Juni 2017 sebesar 4013 KL/hari atau naik 14 persen dari normal dan prediksi konsumsi tertinggi arus balik pada tanggal 3–4 Juli 2017 sebesar 4022 KL/hari day atau naik 15 persen dari normal.

“Selain menyiapkan penambahan stok, Pertamina juga melakukan upaya-upaya lain seperti, untuk SPBU di jalur strategis arus mudik/balik yang belum menyediakan layanan produk Pertamax Series dan Pertamina Dex, diinstruksikan menjual produk Pertamax Series dan Pertamina Dex dalam bentuk kemasan,” ungkap Heppy.

Selanjutnya, kepada SPBU-SPBU di jalur strategis di jalur mudik/balik akan diinstruksikan untuk buka selama 24 jam dan SPBU diminta untuk menjaga ketahanan stoknya khususnya H-7 sampai dengan H+7 Lebaran melalui penambahan Delivery Order (DO).

Dikatakan, sebanyak 42 unit mobil tanki dengan total kapasitas 1.084 kilo liter juga disiagakan sebagai antisipasi. “Membentuk SPBU kantong di 6 titik SPBU wilayah Jombang, Nguling-Probolinggo, Lumajang, Pakisaji Malang, Batu dan Blitar,” tambah Heppy.

Karena itu, untuk memastikan penyaluran BBM dan Non BBM berjalan lancar selama masa Ramadhan dan Lebaran, Pertamina membentuk Satuan Tugas (Satgas) terhitung mulai 10 Juni-11 Juli 2017.

 

Kebutuhan Elpiji

Berbeda dengan BBM, Pertamina memprediksi peningkatan konsumsi pada produk elpiji terjadi dalam 3 periode, yaitu menjelang puasa, menjelang Idul Fitri dan pasca Idul Fitri (Lebaran ketupat).

Pada bulan Mei menjelang puasa, kata Zaini, Pertamina sudah menambah pasokan elpiji 3 Kg sebesar 15% dari alokasi normal. “Penambahan dilakukan kembali bulan Juni ini sebesar 17% dari alokasi normal,” ujar Zaini.

Sekadar diketahui, rata-rata konsumsi normal/bulan MOR V sebesar 110.902 Metrik Ton/bulan, Jatim 90.464 MT/bln, Bali 14.480 MT/bulan, NTB 5.957 MT/bulan.

Tak hanya elpiji subsidi, Pertamina juga menyiapkan penambahan stok elpiji non-subsidi sebesar 8% untuk mengantispasi peningkatan konsumsi menjelang selama masa Ramadhan dan Lebaran.

Selain peningkatan stok, dalam mengamankan pasokan elpiji, pihak Pertamina juga menginstruksikan kepada semua SPBE dan agen untuk meningkatkan buffer stok elpiji , menambah waktu pelayanan dan menunjuk beberapa Agen Satgas dan Pangkalan Siaga yang akan buka pada hari H lebaran.

Selain itu, sebagai antisipasi kemacetan, Pertamina MOR V juga menyiagakan SPPBE Kantong tersebar di wilayah Jawa Timur dan NTB. “Kami juga memastikan stok LPG di SPBU yang menjual LPG sebagai antisipasi jika ada pangkalan yang tutup pada hari Lebaran karena mudik atau silaturahmi keluarga,” ujar Heppy.

 

Transportasi Udara

Pertamina juga memprediksikan terjadinya peningkatan bahan bakar pesawat udara (avtur) pada masa Lebaran. Diprediksikan, peningkatan di Bandara Juanda – Surabaya, Ngurah Rai – Bali dan BIL – Lombok. Pertamina meningkatkan stok avtur sebesar 10% pada bulan Juni (normal konsumsi bulanan 97.200 KL/bln)

Prediksi konsumsi tertinggi arus mudik pada tanggal 23 Juni 2017 sebesar 4013 KL/hari atau naik 23% dari kebutuhan normal. Prediksi konsumsi tertinggi arus balik pada tanggal 3 – 4 Juli 2017 sebesar 4022 KL /hari day atau naik 24% dari normal.

Sebagai perusahaan milik negara, Pertamina juga memberikan pelayanan pria melalui serangkaian promo selama bulan Ramadan hingga seusai Lebaran. Beberapa program tersebut antara lain Ta’jil Berkah Pertamax di semua SPBU di wilayah MOR V berupa pembagian takjil kepada konsumen SPBU pada saat berbuka puasa. Juga ada program “Pertamax Berkah Perjalananku”, yakni khusus bagi konsumen yang membeli Bahan Bakar Khusus (BBK) Pertamina yakni Pertamax Turbo, Pertamax, Pertamina Dex, dan Dexlite di seluruh SPBU wilayah MOR V selama bulan Ramadhan akan mendapatkan hadiah oli atau pelumas yang dipilih langsung secara gratis.

Ada pula Kiosk Pertamax, yakni outlet non SPBU yang menyediakan Pertamax dan Pertamina Dex kemasan di wilayah ruas tol di 3 titik (Waru, Banjaran Gresik, Balongsari Jombang).

Serambi Pertamax  di SPBU Tjiwie–Mojokerto dengan fasilitas area istirahat (kursi pijat, Sofa, snack), tempat bermain, nursing area, dining area, fasilitas charging & musala.

Bukan hanya itu, Pertamina MOR V juga menjadikan109 SPBU di Jawa Timur sebagai lokasi penerimaan dan penyaluran Zakat, Infaq, dan shadaqoh  bekerja sama dengan Nurul Hayat, Al Azhar, Dompet Dhuafa dan Lembaga Manajemen Infaq.

Dan terakhir adalah program Donasi Bright Gas 1000 anak yatim di 5 Kota di Indonesia (salah satunya Surabaya).

Heppy mengatakan sebagai upaya pelayanan BBM/ELPIJI/Avtur yang terbaik, diharapkan partisipasi aktif dari masyarakat. “Apabila terjadi kendala dan hambatan distribusi BBM/ELPIJI/Avtur, informasi dapat disampaikan melalui CONTACT PERTAMINA 1 500-000,” ujar Heppy.(faz)