Jubir KPK: Enam Orang Masih Berstatus Saksi

Petugas Brimob menjaga tangga menuju ruang Komisi B DPRD Jatim, Senin kemarin.

JAKARTA (global-news.co.id)- Enam orang yang diamankan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), termasuk Ketua Komisi B DPRD Jatim Moch. Basuki, Selasa (6/6/2017) ini langsung diterbangkan ke Jakarta, guna pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini status keenam orang tersebut masih sebagai tersangka.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah membenarkan, tim penyidik KPK membawa pihak yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT). “Iya saat ini sedang dibawa ke Jakarta. Ada unsur penyelanggara negara dari DPRD dan dinas,” kata Febri saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (6/6/2017).

Febri menambahkan para pihak yang diamankan saat ini masih berstatus saksi. KPK memiliki waktu 1×24 jam pascapenangkapan untuk menentukan status dan kasus yang menjerat mereka.

Namun dia tidak menjelaskan lebih lanjut lagi mengenai kasus yang saat ini ditangani KPK terhadap pihak yang salah satunya adalah ketua komisi B DPRD Jawa Timur, Mochamad Basuki. Termasuk jumlah orang yang saat ini tengah digelandang menuju KPK.

Terakhir Febri mengatakan akan ada konferensi pers untuk membeberkan siapa saja yang diamankan dan terkait apa OTT di Bulan Ramadan ini. “Nanti kita sampaikan lebih lanjut apa yang dilakukan,” ucap Febri.

Dari keterangan yang diperoleh kemarin, tiga di antaranya 2 PNS yang dinas di ruang Sekretariat Komisi B serta 1 PNS staf pimpinan DPRD Jatim.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut pihaknya langsung memeriksa keenam orang yang terkena OTT itu. Rencananya, ekspose terkait dengan OTT digelar siang nanti. “Ini proses klarifikasi dulu, klarifikasi saksi, klarifikasi yang kena OTT, baru di situ paham terkait kegiatan apa, berapa uangnya,” kata Alexander.

Alexander belum menyebut kasus suap dalam OTT yang dilakukan. Belum diketahui juga nominal duit yang disita sebagai barang bukti. “Terkait dengan kegiatan apa, kita belum tahu. (Tapi) ini mendekati Lebaran biasanya orang-orang minta THR-THR, ya mungkin juga dalam rangka itu. Kita belum tahu, kita menanggapi informasi dari masyarakat dan kita tindaklanjuti,” ucap dia. * dtk, trb, nas