Disdik Gelar Pelatihan Pengembangan Perpus SD Berbasis TI

GN
Suasana pelatihan pengembangan perpustakaan SD.

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan melakukan program Pelatihan Pengembangan Perpustakaan Berbasis TI bagi Pengelola Perpustakaan SD. Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari, satu hari berupa materi teori digelar di gedung serbaguna, Senin (12/6/2017) dan selebihnya praktikum dilaksanakan di Gedung Perpustakaan Daerah Pamekasan.

Peserta pelatihan sebanyak 160 orang yang merupakan pengelola perpustakaan SD dari 13 kecamatan se-Pamekasan.  Tiap kecamatan mengirimkan utusan sesuai dengan jumlah perpustakaan  yang di tiap kecamatan. Sedangkan para pemateri yang dihadirkan berasal dari Tim Perpustakaan Daerah Kabupaten Pamekasan.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Pamekasan Pramajaya mengatakan pelatihan ini baru pertama kali dilakukan di Pamekasan. Tujuannya untuk mengoptimalkan  fungsi perpustakaan sehingga bisa menjadi bagian penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Dia berharap kegiatan itu akan dilakukan rutin.

“Dasar pemikiran kami karena selama ini sekolah yang ada sudah sekitar 75 persen punya perpustakaan. Baik itu buku buku koleksi yang banyak maupun gedung perpustakaannya  semuanya sudah banyak yang punya. Namun kurang dikelola  dengan baik,” katanya.

Kondisi itu, kata Pramajaya, terlihat saat dilakukan penilaian atau lomba pengelolaan perpustakaan sekolah. Biasanya yang ikut hanya sekolah-sekolah tertentu saja. Sementara di sisi lain banyak sekolah yang juga punya perupustakaan namun tidak ikut lomba.

Yang menarik, lanjut Pramajaya, dua tahun terakhir ini yakni lomba tahun 2015 dan 2016 yang menjadi juara adalah SD di pedesaan, tepatnya di wilayah Kecamatan Tlanakan. Sedangkan  SD yang ada di perkotaan yang jumlah perpustakaanya lebih banyak justru kalah. Baru tahun 2017 ini SD kota ada yang jadi juara.

“Sekolah yang ada di pedesaan menjadi juara karena di sana  pimpinan sekolahnya memiliki kepedulian dan kreativitas. Mereka mengirim pengelola perpustakaannya untuk ikut pelatihan di perpustakaan daerah kabupaten. Akhirnya bisa mengelola dengan baik dan perpustakaan sekolahnya menjadi juara dalam lomba pengelolaan perpustakaan,” katanya.

Pramajaya berharap peserta benar benar memanfaatkan momentum pelatihan ini agar bisa memiliki pengetahuan dan keterampilan mengelola perpustakaan dengan baik.

Semenyara itu, Achmad Zaini MPd, salah seorang pemateri dalam pelatihan mengajak agar menjadikan perpustakaan sebagai wajah sekolah. Dia bilang salah satu variabel penting yang menunjukkan sekolah itu maju adalah dari pengelolaan  perpustakaan. “Jika gedung dan manajemen perpustakaannya  bagus, saya yakin sekolah itu akan berprestasi,” tandasnya.(mas/*)