Bagian Kesra Setdakab Pamekasan Gelar Pengajian dan Pembinaan Mental Keagamaan

GN
Suasana pelaksanaan pengajian dan pembinaan mental keagamaan yang diselenggarakan Bagian Kesra Setdakab Pamekasan, selama bulan Ramadhan.

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Pemkab Pamekasan selama bulan Ramadan tahun ini menggelar pengajian dan pembinaan mental (bintal) keagamaan. Kegiatan yang bersamaan  dengan rangkaian kegiatan safari Ramadan Bupati Pamekasan bersama Forkopimda Pamekasan ini, digelar bergiliran di 13 kecamatan selama satu bulan penuh.

Pembinaan mental keagamaan dan pengajian dilakukan dalam bentuk pemberian tausiah untuk meningkatkan pengetahuan dan penghayatan keagamaan bagi masyarakat dan juga berbentuk pengajian Alquran. Kegiatan ini dilakukan sebelum acara safari Ramadan Bupati bersama Forkopimda dimulai.

Kepala Bagian Kesra Setdakab Pamekasan Moh Lukman Al Hakim mengatakan kegiatan pengajian dan pembinaan mental keagamaan ini melibatkan peserta para tokoh masyarakat , ulama dan kiai yang berasal dari seluruh desa yang ada di tiap kecamatan. Selain juga hadir camat dan anggota Forkopimda. Sementara dari pihak pemkab dipimpin Plt Sekdakab Pameksan Drs Moh Alwi.

“Sebagaimana biasa sebelum acara pokok safari Ramadan dimulai, maka kegiatan pembinaan mental keagamaan itu dilakukan. Untuk materi pembinaan mental keagamaan yang mengisi para kiai yang kami undang dari kecamatan tersebut. Sedangkan pihak pemkab diwakili sekda memberikan pengarahan terkait dengan pesan keagamaan Ramadan  maupun masalah pembangunan lainnya,” kata Lukman.

Lukman menambahkan dalam momentum silaturrahmi Ramadan tersebut, bukan hanya pembinaan mental keagamaan yang bisa dilakukan, namun banyak kegiatan  lain yang juga dilakukan menggunakan momentum tersebut, di antaranya dialog atau tanya jawab antara warga dengan para pejabat. Di saat itulah masalah pembangunan banyak dijelaskan secara lebih rinci.

“Yang memberi pembinaan dari pihak pemerintah kabupaten di antaranya adalah Plt Setdakab Pamekasan Drs Moh Alwi, sedangkan ulama atau kiai yang mengisi acara pembinaan mental keagamaan didatangkan dari ulama atau tokoh masyarakat dari masing masing kecamatan,” ungkap Lukman.

“Dengan mendatangkan penceramah yang berasal dari kiai atau ulama terdekat di kecamatan itu, maka suasana lebih akrab dan penuh dengan persaudaraan. Ini kegiatan yang sangat penting sekali. Dimana para pejabat pemerintah bersama ulama dan masyarakat menyatu dalam sebuah kegiatan keagamaan dan di bulan Ramadan lagi,” imbuhnya. (mas/*)