Warga Rusun Penjaringan Akhirnya Nikmati Gas Murah

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini damping Menteri ESDM Ignasius Jonan saat peresmian pipa gas di Rusun Penjaringan Sari, Minggu (7/5/2017). GN/PURNOMO

SURABAYA (global-news.co.id)-Warga penghuni rumah susun (Rusun) di Penjaringan Sari, Kecamatan Rungkut, Surabaya akhirnya bisa menikmati gas murah. Ini setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen-ESDM), berhasil menyalurkan 24.000 ribu pipa gas ke Rusun Penjaringan Sari.

“Total pipa yang dibangun untuk mengalirkan gas bumi ke 24.000 rumah tangga di Surabaya mencapai lebih dari 196 kilometer,” kata Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini melalui Kabag Humas Pemkot Surabaya, Moch Fikser, Rabu (10/5/2017).

Peresmian penyaluran pipa gas yang digelar, Minggu (7/5/2017) lalu, dihadiri langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Menteri ESDM, Ignasius Jonan, Wakil Ketua Komisi VII DPR Syaikhul Islam Ali, dan Direktur Utama PT PGN (Persero) Tbk Jobi Triananda Hasjim, serta I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, selaku Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM.

Dalam kesempatan itu, wali kota perempuan pertama di Surabaya itu, mengapresiasi pemasangan pipa gas yang dilakukan pemerintah. Baginya, pemasangan gas mampu menekan pengeluaran warga surabaya.

“Seperti  industri kecil (toko kue) di sekitar rungkut, mampu mengurangi pengeluaran sebesar 30-35 persen. Sedangkan untuk rumah tangga mampu mengurangi hingga 20-25 person,” kata Risma.

Sedangkan Menteri Jonan yang pernah besar di Surabaya ini menambahkan, pemasangan pipa gas memang diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah. Langkah ini untuk mengurangi tingkat pengeluaran, serta memudahkan mereka agar dapat menikmati gas yang aman.

“Dana APBN harus digunakan untuk membangun sesuatu yang memang dibutuhkan oleh masyarakat paling bawah,” imbuh Jonan.

Pemasangan pipa gas inipun mendapat sambutan hangat dari warga rusun penjaringan.  Salah satunya, disampaikan oleh Suyati. Menurutnya, pipa gas memberi manfaat besar bagi dirinya dan seluruh warga di rusun.

“Dulu, setiap bulan saya mengeluarkan uang sebesar Rp 34 ribu untuk membeli gas melon (tabung elpiji 3 kg), sedangkan pipa gas hanya 27 ribu setiap bulannya. Jika dibandingkan bisa hemat 7 ribu,” ungkap Suyati dihadapan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Menteri ESDM, Ignasius Jonan yang meninjau langsung rumahnya.  (pur)