Wabup Mojokerto : Tiga Pilar Kuat Bisa Cegah Konflik Sosial

Wabup Mojokerto Pungkasiadi memimpin Rapat Forkompimda untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan NKRI, kemarin. – GN/BAMBANG SUJARWANTO

MOJOKERTO (global-news.co.id) –Konflik sosial memiliki dampak cukup luas, karena dampaknya bisa melebar ke mana–mana. Untuk mencegah agar di Kab. Mojokerto tidak muncul konflik sosial, semua elemen masyarakat harus memperkokoh keberadaan tiga pilar yakni meningkatkan intensitas kinerja Bintara Pembina Desa, Babinkamtibmas dan Pemerintah Desa, serta Trisula Pembangunan di dalamnya ada tokoh agama, tokoh masyarakat serta TNI/Polri.

Jika unsur–unsur ini semakin kokoh konflik sosial tidak akan terjadi di Kab. Mojokerto. Karena, tiga unsur ini memiliki peran penting di dalam menciptakan, mencegah, dan meredam terjadinya konflik sosial masyarakat.

Imbauan ini dilontarkan Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, mengutip amanat Kapolri yang menganalogikan 1000 kasus tindak kriminal, tidak sebanding dengan satu konflik sosial yang berdampak luar biasa.  “Misalkan terjadi 100-1000 kasus curanmor, bukan hal yang besar jika dibanding pecahnya satu konflik sosial yang dampaknya bisa melebar ke semua aspek. Hal ini harus dicegah dengan memperkokoh tiga pilar (Bintara Pembina Desa, Babinkamtibmas dan Pemerintah Desa) serta Trisula Pembangunan (tokoh agama, tokoh masyarakat serta TNI/Polri),” terang Wabup dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) di ruang Satya Bina Karya Pemka Mojokertor, kemarin.

Kabupaten ada dalam wilayah Jatim sekaligus sebagai central of grafity bagi Indonesia Timur. Artinya, jika keamanan di Jawa Timur terjaga stabilitasnya, maka akan berdampak pada kondisi Indonesia khususnya bagian timur.

Pung sapaan akrab Wabup Mojokerto, menghimbau kepada masyarakat Jawa Timur, terlebih menghadapi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur mendatang, untuk menjaga kerukunan dan stabilitas keamanan. “Tahun 2018 nanti Jawa Timur ada Pilgub. Tentu akan membawa dampak, baik langsung maupun tak langsung. Untuk itu masyarakat harus terus menjaga kerukunan dan stabilitas keamanan di Mojokerto. Jika ada problem sebaiknya segera dicarikan jalan keluarnya agar tidak berlarut-larut,” imbaunya.

Formida dan Formicam ini merupakan tindak lanjut dari Rakor Forkopimda Provinsi bersama Forkopimda Kabupaten/Kota se-Jawa Timur pada 22 Mei lalu di Surabaya. Sekaligus, Rakor ini merespon perintah Presiden Joko Widodo, tentang indikasi akan munculnya konflik sosial akibat tindakan sebagian masyarakat (ormas) Indonesia yang mempermasalahkan ideologi Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kapolres Mojokerto, AKBP Rachmad Iswan Nusi mengingatkan, agar masyarakat tidak mudah termakan berita-berita bohong atau hoax, terutama yang berbasis media dalam jaringan (daring). Apalagi yang mengarah sikap primordialisme, intoleran dan upaya menggoyang dasar negara yakni Pancasila dengan menyerukan kebencian dan hasutan oleh sebagian kelompok tertentu. “Jangan mudah percaya adanya berita-berita bohong,” tegas Kapolres.

Komandan Kodim 0815 Mojokerto, Letkol Czi Budi Pamudji menekankan, pentingnya menjaga stabilitas dimulai dari lingkungan sendiri. ”Mari tegakkan Poskamling di desa-desa, orang maupun kelompok-kelompok pendatang hendaknya lapor dalam kurun waktu 1×24 jam. Kita ingin menciptakan lingkungan kondusif dan damai,” pinta Budi.

Hadir dalam Rakor tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, Lubis,  Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Mojokerto, Taufan Mandala, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Herry Soewito.

Wabup menggelar safari Ramadan dengan salat tarawih keliling di berbagai kecamatan di Mojokerto.

Safari Ramadan 

Di Bulan Ramadan ini Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, dan Bupati Mojokerto H Mustofa Kaal Pasa, mengikuti salat tarawih keliling. Dan acara safari Ramadan itu diawali dengan salat terawih di Masjid Baiturrohman Pemkab Mojokerto.Dalam salat terawih itu di Pemkab Mojokerto dipimpin imam salat, Barnoto, dari Kementrian Agama Kabupaten Mojokerto.

Wabup mengajak masyarakat memanfaatkan Bulan Ramadan dengan kebajikan. Selain itu untuk introspeksi dan memperbaiki diri. Menata hati adalah yang utama dan penting, berbenah diri, baru kemudian bisa beribadah dengan ikhlas semata-mata karena Allah SWT. Agar segala program kerja Kabupaten Mojokerto, bisa cepat tercapai dengan ridhonya.

Hadir pula dalam salat tarawih ini Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto, Ikfina Kamal Pasa, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto, Yayuk Pungkasiadi, serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Mojokerto. * adv/bas