Presiden Jokowi dan Pakde Karwo Jadi Saksi Pengukuhan Guru Besar KH Ma’ruf Amin

Gubernur Jatim Soekarwo mendampingi Presiden Joko Widodo saat menghadiri pengukuhan Guru Besar KH Ma’ruf Amin di UIN Malang, Rabu (24/5/2017).

MALANG(global-news.co.id)-Pengukuhan guru besar Profesor DR (HC) KH Ma’ruf Amin di Universitas Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Malang, Rabu (25/5/2017) siang, tergolong istimewa. Selain dihadiri tokoh dan ulama NU, pengukuhan Kiai Ma’ruf yang kini menjabat Rais Aam PBNU sebagai Gubes juga dihadiri langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.

Selain Presiden, Gubernur Jatim H Soekarwo juga mendapat kesempatan menjadi saksi pengukuhan Kiai Ma’ruf sebagai Gubes bidang Ilmu Ekonomi Muamalat Syariah. Pengukuhan ini ditandai dengan penyerahan Keputusan Menristek & Dikti RI No. 69195/A2.3/KP/2017 oleh Menristek & Dikti Prof M. Nasir kepada Prof DR (HC) KH Ma’ruf Amin.

Turut mendampingi Presiden dalam acara pengukuhan ini, yakni Mensesneg, Menristek, Mensos, dan Mendikbud. Acara dihadiri 2.000 undangan dari berbagai kalangan seperti cendikiawan, ulama, pimpinan perguruan tinggi dan pesantren, MUI, ormas keagamaan dan para tokoh lintas agama.

Sebelum kehadiran Presiden, dalam sambutannya, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Prof Dr Mudjia Raharjo MSi memandang, bahwa KH Ma’ruf Amin yang juga sebagai Ketua Umum MUI tersebut sebagai sosok yang memiliki keilmuan, komitmen dan dedikasi tinggi untuk mengabdikan dirinya sebagai tokoh, yang konsiten berjuang memberikan pencerahan sebagai ulama.

Dalam pengukuhannya, KH Ma’ruf Amin membawakan orasi ilmiah berjudul “Solusi Hukum Islam (Makhariji Fiqhiyyah) sebagai pendorong Arus Baru Ekonomi Syariah di Indonesia” kontribusi Fatwa DSN-MUI dalam peraturan perundang-undangan RI.

Ia menjelaskan tentang penguatan fungsi Dewan Syariah Nasional (DSN) sebagai bagian dari MUI menggerakkan ekonomi syariah di Indonesia. “Optimalisasi fungsi DSN dilakukan untuk mengawasi produk-produk lembaga keuangan syariah agar sesuai dengan keperuntukannya. Optimalisasi tersebut juga meneliti dan memberi fatwa bagi produk-produk yang dikembangkan oleh lembaga keuangan syariah,” kata Kiai Ma’ruf dalam orasi ilmiahnya.  (rls)