Polisi Buru Pemilik Bekas Tambang Tempat 6 Santri Tewas

Sejumlah petugas saat melakukan olah TKP bekas galian tambang, tempat 6 santri tewas.

GRESIK (global-news.co.id)-Korban tenggelam yang menewaskan enam santri Mambaus Sholihin di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, beberapa waktu lalu, resmi ditangani Polres Gresik. Saat ini, tim dari Polres Gresik sedang memburu eks pemilik tambang batu kapur tersebut.

Sebab, ramai diberitakan sebelumnya bekas tambang tersebut disebut-sebut milik Semen Indonesia. Namun hal ini dibantah oleh perusahaan melalui Kepala Biro Komunikasi Semen Indonesia.

“Kami tengah mencari pemilik lahan eks tambang tersebut,” kata Kapolres Gresik AKBP Boro Windu Danandito, saat ditemui wartawan global news, kemarin.

Untuk mencari eks pemilik tambang, saat ini penyidik tengah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan soal asal usul lahan, salah satunya Kepala Desa Suci. Pemeriksaan itu juga untuk mengetahui siapa yang melakukan penambangan. “Pasca kejadian itu, kami telah meminta keterangan enam saksi,” kata Kapolres.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Adam Purbantoro menuturkan, terkait dengan kasus tersebut pihaknya menargetkan sebulan baru bisa menyimpulkan apakah ada unsur kelalaian, atau unsur lain yang menyebabkan enam santri Ponpes Mambaus Sholihin meninggal dunia karena tenggelam.

“Kami menargetkan sebulan baru bisa menyimpulkan karena sampai saat ini anggota terus mendalami kasus tersebut setelah memeriksa sejumlah saksi,” ujarnya, Selasa (30/5/2017).

Masih menurut Adam, selain sudah memeriksa sejumlah saksi, pihaknya akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah pemeriksaan selesai semua. “Nantinya olah TKP dilakukan gabungan dari Polsek Manyar dan Polres Gresik,” ujarnya.

Pasca kasus tersebut mencuat, penanganan pemeriksaan semula ditangani Polsek Manyar. Saat ini, sudah diambil oleh Satreskrim Polres Gresik. Langkah ini diambil guna memudahkan pemeriksaan. Pasalnya, di polres sudah dibentuk tim gabungan untuk mengurai penyebab meninggalnya enam santri yang tenggelam.

Sebelumnya, pada Kamis (18/5) lalu sebanyak enam siswa MTs Mambaus Sholihin tewas tenggelam di kubangan air bekas tambang di Desa Suci.

Keenam santri tewas merupakan rombongan 300 siswa peserta outbond yang diadakan sekolah usai UN (ujian nasional) MTs. Mereka tewas setelah terperosok dalam kubangan eks galian kapur yang penuh air. * sep