Pesta Gay Kelapa Gading Sudah Tiga Tahun Beroperasi

Petugas Polres Jakarta Utara memperlihatkan barang bukti yang digunakan untuk Pesta Gay, Senin (22/5/2017).

JAKARTA (global-news.co.id)-Terbongkarnya praktik prostitusi gay di Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, ternyata tidak hanya dilakukan satu kali ini. Pesta kelompok homoseksual tersebut ternyata sudah beroperasi sekitar tiga tahun lalu.

Terungkapnya kasus perilaku seks menyimpang ini tentunya harus menjadi perhatian serius semua pihak. “Awalnya kegiatan dilakukan secara terbatas,” kata Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Nasriadi, saat gelar perkara, Senin (22/5/2017).

Setelah setahun sukses, pengelola pesta gay inipun mulai menyebarkan kegiatan terlarang itu kepada publik, dengan mewajibkan membayar biaya masuk khusus anggota sebesar Rp180 ribu per orang. Pengelola kelompok itu kerap menggelar acara setiap hari, namun kegiatan besar biasa mereka adakan setiap Sabtu dan Minggu.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah menari tanpa busana dengan bayaran bagi penari pemula Rp700.000 per sekali main, dan penari lama Rp1.200.000 per sekali main.

Nasriadi mengungkapkan, polisi mengawasi kegiatan homoseksual itu selama dua pekan sebelum menggerebek tempat prostitusi tersebut. Minggu (21/5/2017) malam kemarin, polisi menangkap 141 orang diduga pelaku pesta homoseksual di PT Atlantis Jaya di Rumah Toko (Ruko) Kokan Permata Blok B 15-16, Kelapa Gading, RT15/03, Kelapa Gading Barat.

Polisi menyita rekaman kamera tersembunyi, kondom, fotokopi izin usaha, uang tunai bernilai jutaan, kasur, iklan kegiatan dan telepon seluler.

Para pelaku dikenakan Pasal 30 juncto Pasal 4 ayat (2) dan atau Pasal 36 juncto Pasal 10 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2008 tentang pornografi. (ara/jef)