Penggunaan Sosmed Semakin Mengkhawatirkan

WHISNU SAKTI BUANA

SURABAYA (global-news.co.id)-Trend masyarakat pengguna sosial media (sosmed) di Surabaya cenderung tidak sehat dan semakin mengkhawatirkan. Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana. Dia menilai sosial media yang harusnya bisa dimanfaatkan untuk memperkuat tali silaturahmi antarpengguna, namun faktanya sekarang lebih banyak dipakai untuk menebar fitnah dan kebencian sesama.

Bahkan menurutnya, banyak di antara akun-akun tersebut yang hingga kini menebarkan isu-isu pemberitaan, yang tidak bertanggung jawab dan berbau SARA. Akhirnya memunculkan opini masyarakat yang bersifat destruktif. “Isinya banyak yang fitnah dan menebar kebencian,” kata Whisnu, Rabu (10/5/2017)

Ia memperkirakan, kemungkinan sebagian orang masih banyak yang gagap sosmed. Sehingga tidak sadar, kalau dampak isu tersebut bisa meresahkan masyarakat lainnya.

Whisnu mengungkapkan, di beberapa akun yang dicermati cukup banyak yang menampilkan foto-foto atau video-video yang sadis dan berbau anarkhis. Namun, ironisnya tampilan seperti itu, justru banyak yang nge-like dan nge-share.

“Jumlahnya hingga ratusan ribu akun yang melakukan “like dan share”. Ini fenomena yang sangat tidak sehat,” ungkap Whisnu, alumni Teknik Industri ITS ini.

Whisnu mengingatkan, bahwa bangsa Indonesia dikenal masyarakat dunia sebagai bangsa yang ramah, dan terkenal dengan sopan santunnya. Sehingga sudah sepatutnya nilai-nilai itu dijaga dan dirawat sebagai jati diri bangsa.

“Fenomena bermedsos seperti sekarang ini sudah mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Ketua DPC PDIP Surabaya. (pur)