Pantau Harga Sembako, Komisi B DPRD Jatim Siap Sidak Pasar

ANIK MASLACHAH – WAKIL KETUA KOMISI B DPRD JATIM

SURABAYA(global-news.co.id)-Klaim Dinas Perindustrian dan Perdagagan (Disperindag) bersama Bulog Jawa Timur, terkait stabilitas harga pangan di Jatim, tetap mendapat perhatian dari Komisi B DPRD Jatim. Meski telah mendapat laporan dari Disperindag, Komisi yang membidangi Perekonomian ini, akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke pasar-pasar.

“Kita akan sidak ke pasar-pasar untuk memastikan harga tidak mengalami kenaikan yang signifikan,” terang Anik Maslachah, Wakil Komisi B DPRD Jatim, Senin (29/5/2017).

Dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjaga harga sembako tetap stabil, menurut Anik, tidak ada alasan lagi harga sembako mengalami kenaikan. “Tidak ada alasan harga-harga sembako naik, karena Disperindag Jatim telah menjamin stok barang aman dan telah dilakukan pemantauan harga di lapangan,” ujarnya.

Senada juga disampaikan anggota Komisi B lainnya, Agus Maimun. Berdasar hasil pantauan setiap tahun, rata-rata kenaikan harga pangan saat memasuki ramadan dan lebaran mencapai 10 persen.

“Disperindag menyatakan stok masih aman bahkan sampai 2 bulan ke depan paska lebaran. Artinya, tidak ada alasan lagi ada kenaikan harga,” tegas Agus.

Diakui Agus, Satgas Pangan yang dikomandani Polda Jatim dan aparat terkait telah bertugas memonitor, dan mengawasi harga ketersediaan, termasuk distribusi sembako. Jika nanti ditemui ada yang melampaui harga eceran tertinggi (HET), satgas harus segera mengambil tindakan.

“Kalau terjadi penyimpangan di tingkat distributor, kami merekomendasikan agar tim memberi sanksi tegas, bisa saja mencabut izin yang sudah dimiliki, karena jumlah distributor itu tidak banyak,” pinta Agus.

Pihaknya dalam waktu dekat juga akan mengecek ke lapangan untuk memantau ketersediaan komoditi cabe besar, cabe kriting, cabe rawit dan bawang merah. Keempat komoditas itu ketersediaan stoknya hanya berkisar 2-5 bulan, sehingga harus dilihat langsung di daerah produsen. (nas)