Pamekasan Permudah Regulasi Gaet Investor Masuk

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Pemkab Pamekasan terus berupaya untuk bisa membangun sejumlah fasilitas dan sarana prasarana untuk mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Antara lain adalah pembangunan pasar, rumah sakit, perpustakaan terpadu, dan pariwisata.

Bupati H. Achmad Syafii mengatakan, sejumlah pembangunan besar dirancanakan pemerintah. Sebagian sudah dilengkapi dokumen perencanaan. Seperti pembangunan pasar Kolpajung dan rumah sakit. Pembangunan itu membutuhkan biaya di atas Rp 50 miliar. Pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan APBD dan APBN. Harus ada suntikan dana pihak ketiga.

“Kemampuan APBD kita terbatas. Harus mencari sumber dari pihak swasta. Kita mengharapkan datangnya pihak swasta yang akan menanamkan modalnya di sini, termasuk di antaranya untuk pembangunan rumah sakit kita bisa bekerjasama dengan swasta,” katanya.

Dia mengaku hingga kini belum ada pengusaha yang berminat mendukung keinginan pemerintah itu. Beberapa waktu lalu, memang ada pemilik modal yang menemui. Mereka ingin mengembangkan bisnis di Kota Gerbang Salam. Beberapa jenis usaha bakal dikembangkan. Yakni, pusat perbelanjaan dan sekolah. “Pertemuan itu belum sampai pada pembicaraan serius. Baru ketemu saya satu kali. Tetapi yang pasti kami tetap berharap bahwa tanpa bantuan swasta atau kalau hanya mengandalkan  dana APBD dan APBN mungkin akan sulit terpenuhi dalam waktu dekat,” katanya.

Syafii menyatakan, pihaknya terus berupaya mendorong investor masuk. Tujuannya, agar pembangunan yang diinginkan pemerintah terwujud. Sebab, sejumlah proyek besar itu sangat dibutuhkan. Semisal, pembangunan gedung rumah sakit. Gedung itu sangat dibutuhkan karena ketersediaan kamar di RSUD dr H Slamet Martodirdjo terbatas. Bahkan, pada waktu tertentu bisa overkapasitas.

“Kami terus berupaya mencari suntikan dana. Karena itu kami juga berupaya untuk mempermudah masuknya investasi ke Pamekasan. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu kita di sini juga telah mempersiapkan berbagai regulasi yang mempermudah dan gampang investor masuk,” ungkapnya.

Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Apik mendukung dan mengatakan pintu investasi harus dibuka lebar agar pembangunan meningkat. Tanpa adanya pemodalan, suatu daerah sulit berkembang. Karena itu, pemerintah harus menyiapkan apa yang menjadi kebutuhan dan kemudahan bagi investor untuk masuk ke Pamekasan itu.

“Mulai dari persyaratan administrasi hingga pemetaan potensi yang bisa digarap. Dua hal itu biasanya menjadi bahan pertimbangan investor. Semuanya itu harus mudah gampang  dan murah biayanya.  Kami mendukung penuh adanya investor masuk secepatnya,” tegasnya. (mas/*)