MKP 7 Tahun Jadi Bupati APBD Naik 4 Kali, dan PAD 8 Kali

POTONG TUMPENG: Bupati Mojokerto, MKP memotong tumpeng HUT Pemkab Mojokerto Ke-724 dan diberikan ke Ketua DPRD Kab. Mojokerto Ismail Pribadi.  GN/BAMBANG SUJARWANTO

MOJOKERTO–Tujuh tahun sudah, H Mustofa Kamal Pasa (MKP) SE menjabat Bupati Mojokerto. Berbagai infrastruktur di pelosok desa terus ditingkatkan. Tidak hanya itu, MKP juga mampu meningkatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) minimal 4 kali dari kepemimpinan bupati sebelumnya. Selain itu, MKP juga mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 8 kali dari sebelumnya.

Pada tahun 2010, Pemkab Mojokerto awal dipimpin MKP APBDnya sekitar Rp 650 miliar dengan PAD Rp 50 miliar, dan kini di tahun 2017 ABPD Pemkab Mojokerto menjadi Rp 2,2 triliun dengan PAD Rp 446 miliar. Kenaikan APBD dan PAD berlipat lipat itu membuktikan, jika MKP dan Wabup Pungkasiadi serius dalam memajukan wilayah dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Bupati MKP dan Wabub Pungkasiadi mengajak masyarakat di Kab. Mojokerto, menjadikan Hari Jadi Kab. Mojokerto ke-724 yang jatuh pada Selasa (9/5/2017) ini, bisa dijadikan semangat bagi masyarakat untuk semakin meningkatkan, dan memajukan wilayah serta kesejahteraan masyarakat di Kab. Mojokerto.

Karena dengan semangat, persatuan dan gotong royong serta cita-cita yang tinggi, bisa pendorong warga cepat menggapai kesejahtaraannya dan membuat Kab. Mojokerto semakin maju dari sebelumnya.

Menurut bupati, naiknya berlipat-lipat APBD dan PAD ini disebabkan beberapa faktor. Untuk APBD di antaranya dipengaruhi oleh naiknya PAD, pendapatan yang sah, dan dana perimbangan daerah.

Bupati MKP menjelasakan, untuk meningkatkan PAD dari Rp 50 miliar saat awal menjadi Bupati Mojokerto mampu meningkatkan APBD menjadi Rp 446 miliar. Hal ini disebabkan pengaruh positif dari meningkatnya semua sektor yang berpotensi bisa menambah pundi-pundi bagi peningkatan PAD. Diantaranya , Sektor tambang, PBB dll.

Selain itu, MKP juga memperbaiki sistem dalam mendapatkan penghasilan PAD. Juga mencegah kebocoran, dan menggali potensi pendapatan yang selama ini belum tersentuh.

Untuk mensukseskan program itu, MKP dan getol membangun infrastruktur , baik jalan dan jembatan dari kota sampai kepolosok desa. Dengan kondisi jalan dan jembatan yang representatif mampu meningkatkan ekonomi masyarakat. Karena deengan kondisi jalan dan jembatan lebar nan mulus, menjadikan semua kendaraan bisa keluar masuk kepolosok desa. Dengan kondisi itu, membuat biaya transportasi bagi pelaku usaha menjadi ringan, dan pelaku usaha bisa bersaing dipasaran.

“Kalau pelaku usaha bisa bersaing dipasaran, maka produk pertanian dan industri rumah tangga dari Kab. Mojokerto dipasaran bisa dijual tidak terlalu mahal. Sekaligus mempercepat suplai barang dari pemilik usaha ke konsumen,”katanya.

Ditahun 2017 ini, lanjut Bupati MKP pihaknya juga mulai getol membangun infrastruktur jalan kekawasan pertanian. Karena, dengan adanya jalan mulus ke lahan pertanian semakin memudahkan pengusaha transportasi mengangkut hasil pertanian untuk cepat bisa dibawa ke pasaran. Untuk mensukseskan program ini, Pemkab Mojokerto mengalokasikan dana miliaran rupiah.

Untuk menanggulangi pengangguran, MKP memberi berbagai kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan surat ijin usaha. Masyarakat yang hendak mendapatkan SIUP dengan investasi di bawah Rp 1 miliar, oleh Pemkab Mojokerto digratiskan. Program ini direspon masyarakat, dan hasilnya dalam 7 tahun terakhir, sedikitnya 20 ribu SIUP baru yang dikeluarkan oleh Pemkab secara gratis ke masyarakat.

“Semakin banyak warga membuka usaha baru, maka hal itu bisa mengurangi jumlah pengangguran di Kab. Mojokerto. Karena, setiap ada usaha baru di masyarakat tentunya akan ada warga yang semula menganggur bisa dipekerjakan di usaha baru itu,” katanya. (bas/adv)