Kemenangan Macron Disambut Gembira Warga Muslim

Emmanuel Macron

Emmanuel Macron

PARIS (global-news.co.id)–Emmanuel Macron terpilih sebagai presiden Perancis yang baru. Kemenangan Macron membuat warga muslim mendapat harapan baru sebab pria ini lebih terbuka terhadap imigran, khususnya umat Islam. Hal itu sangat berbeda dengan rivalnya, capres Marine Le Pen, yang konservatif.

Kemenangan Macron juga patut dibaca sebagai tanda bakal makin ramahnya Prancis terhadap iklim bisnis dan peluang investasi ekonomi. Selain itu juga soal posisi Prancis yang akan mempertahankan dirinya sebagai bagian integrasi Uni Eropa.

Macron memenangi Pemilu Prancis yang dihelat pada Minggu, 7 Mei 2017, mengalahkan rivalnya calon Presiden Marine Le Pen yang beraliran konservatif, tak pro kebijakan imigran dan cenderung anti-Islam. Untuk perolehan suara, sebagaimana dirilis Reuters, Le Pen kalah telak dari Macron.

Le Pen disebutkan mendapatkan suara tak lebih dari 35 persen sementara Macron mengungguli dengan perolehan suara sekitar 65 persen. Kemenangan Macron tak lama mulai dirayakan oleh para pendukungnya di sekitar museum Louvre, Paris.

Uni Eropa yang sempat ditinggalkan Inggris juga cukup lega dengan kemenangan Macron. Pasalnya, ancaman Le Pen akan membawa Prancis hengkang dari Uni Eropa jika terpilih jadi Presiden itu tak akan terealisasi.

Sebelumnya Macron pada putaran pertama pemilihan juga mengungguli rival-rivalnya. Meskipun margin perolehan suara tidak terlalu jauh. Terpilih di Pemilu, calon Presiden yang berusia 39 tahun tersebut mengatakan bakal membuat hubungan Prancis dan Uni Eropa semakin baik.

“Saya sadar banyak kemarahan, kecemasan dan keraguan yang selama ini diungkapkan. Saya bertanggung jawab untuk mendengarkan semua aspirasi itu,” kata Emmanuel Macron.

Emmanuel Macron merayakan kemenangannya di Pilpres Prancis bersama para pendukungnya di Louvre. Macron tampak telah meninggalkan kantor pusatnya dan mengarah ke Louvre.

Dilansir CNN, Senin (8/5/2017), Macron meninggalkan kantornya di arondisemen 15. Dia menuju ke Louvre di mana lautan pendukungnya telah tak sabar menantinya.

Farida Mercez yang tinggal tak jauh dari kantor Macron mengatakan kegembiraan para pendukung tampak jelas dari orang-orang yang melintas di jalanan. Dia pun bergabung mengikuti selebrasi itu. “Solusi yang ditawarkan lebih baik (dari pada Le Pen), tapi itu bukan solusi yang komplit,” ucap Farida.

Macron mengungguli lawannya, Marine Le Pen yang berasal dari Partai Front Nasional Prancis. Ucapan selamat dari para pemimpin dunia pun mengalir kepada Macron. Macron akan dilantik menggantikan Presiden Prancis Francois Hollande paling lambat 14 Mei 2017.

Meski belum mendapat ucapan resmi namun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sudah mengucapkan selamat kepada calon presiden Prancis Emmanuel Macron, yang unggul pada hasil exit poll, lewat aku twitter pribadi miliknya, @RealDonaldTrump. Trump menyebut dirinya sudah tidak sabar ingin bekerjasama dengan Macron.

“Selamat untuk Emmanuel Macron atas kemenangan besarnya hari ini sebagai Presiden Prancis selanjutnya. Saya sangat ingin bekerja sama dengan anda,” tulis Trump seperti dilansir CNN, Senin (8/5/2017).

Selain Trump, mantan Presiden AS Bill Clinton juga mengucapkan selamat pada Macron. Dalam akun twitter resmi miliknya, @billclinton, Dia mengucapkan selamat pada Macron. Tak hanya Macron, Clinton juga mengucapkan selamat pada warga Prancis.

“Selamat pada Presiden terpilih @EmmanuelMacron dan semua warga Prancis,” tulis Clinton di akun twitternya.

Sebelum Trump, beberapa kepala negara sudah menyampaikan ucapan selamatnya kepada Macron. Mereka antara lain juru bicara Kanselir Jerman Angela Merkel, juru bicara Perdana Menteri Inggris Theresa May, Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker, Perdana Menteri Denmark Lars Lokke Rasmussen dan Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven.

Sementara itu, kantor berita AFP menyebutkan bayangan kemenangan Macron sudah dekat dan akan menjadi kemenangan ‘bersejarah, hasil besar’ dalam Pilpres Prancis sepanjang sejarah.  rtr/afp