Jelang Ramadhan-Idul Fitri, BI Gencarkan Operasi Pasar Murah

GN/Naila Rahmatilla Bank Indonesia Perwakilan Jatim melakukan berbagai persiapan menjelang datangnya bulan Ramadhan dan Idul Fitri

GN/Naila Rahmatilla
Bank Indonesia Perwakilan Jatim melakukan berbagai persiapan menjelang datangnya bulan Ramadhan dan Idul Fitri termasuk salah satu operasi pasar murah.

SURABAYA (global-news.co.id)-Ramadhan sebentar lagi tiba. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada bulan Ramadhan khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga kebutuhan pokok merangkak naik. Ini menjadi persoalan tahunan bagi masyarakat. Bertolak pada kenyataan inilah, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Jawa Timur bakal mengambil langkah-langkah strategis untuk meredam gejolak harga tersebut dengan menggencarkan operasi pasar murah.

Persoalan gejolak harga tersebut menjadi bahasan penting dalam “Sosialisasi Fungsi Bank Indonesia serta Diskusi Isu Strategis Daerah” dengan media se-Jatim, di Hotel Santika, Kabupaten Banyuwangi pada 25 April- 27 April 2017. “Kebanyakan masyarakat cenderung membeli bahan pokok yang semakin besar, mendekati Ramadhan terlebih Hari Raya Idul Fitri,” kata Lukman Hakim, Kepala Pengembangan Ekonomi Perwakilan Bank Indonesia Jember.

Melihat kenyataan inilah, BI akan gencar memberi edukasi pada warga serta lebih maksimal lakukan operasi pasar berbarengan TPID. Di sisi lain, BI juga berkoordinasi dengan kepolisian melakukan monitoring kantong-kantong penimbunan beras.

“Pokoknya kami akan mengambil langkah-langkah strategis yang bakal ditempuh Bank Indonesia sebagai Koordinator Tim Pemantau dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID),” papar Lukman Hakim.

Dalam masalah ini, BI selalu melindungi stabilnya angka Inflasi sebagai tupoksinya. Harapannya, dengan formasi operasi pasar bakal menekan melambungnya harga bahan pokok di pasaran. Dalam kesempatan itu, Lukman Hakim juga menguraikan mengenai kebutuhan orang-orang  terhadap uang yang selalu mengalami penambahan setiap tahunnya. Pada 2017 diperkirakan bertambah 30 persen dibanding tahun sebelum. Berdasarkan data yang ada di BI Jatim,  pada 2015 keperluan masyarakat terhadap uang sebesar Rp 19 triliun, naik menjadi Rp 23 triliun pada 2016. “Setiap tahun diperkirakan kebutuhan terhadap uang bertambah sekitar Rp 4 triliun,” katanya.

Disiapkan Rp 31,8 T

Di bagian lain, Titien Sumartini, Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah BI Jatim mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan uang tunai kepada masyarakat wilayah Jawa Timur saat menghadapi  Ramadhan dan Lebaran  2017, BI Jatim menyiapkan kucuran dana yang cukup.  Bahkan dana yang akan dipersiapkan  menjelang Ramadhan dan Lebaran 2017,  telah terjadi peningkatan anggaran dana dibandingkan pada tahun sebelumnya.

Dia mengatakan, tahun 2017, BI telah menyiapkan anggaran Rp 31,8 triliun, dibanding tahun 2016 yang dikucurkan kepada masyarakat mencapai Rp 29,6 triliun.” katanya.

Menurut Titien, persiapan kebutuhan uang ini akan dikirim ke beberapa wilayah kota di Jatim sebagai  keperluan masyarakat dalam bentuk penukaran uang.  Untuk Surabaya tahun ini mencapai Rp 15,5 triliun atau naik 31,8 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai  Rp 10,5 triliun.

Malang, dari Rp 2,8 triliun menjadi  Rp 3,5 triliun atau meningkat 20 persen. Kediri dari Rp 5,2 triliun menjadi Rp 6,3 triliun meningkat 16, 7 persen. Sementara untuk Jember dari total Rp 3,2 triliun menjadi  Rp 4,3 triliun meningkat sekitar 25,6 persen.

Lebih lanjut Titien mengatakan, terkait penukaran uang,  permintaan bank-bank di Jatim terhadap penukaran uang , pihaknya akan mengundang mereka untuk mengevaluasi dana di masing – masing daerah. ” Jadi ini proyeksi permintaan bank-bank yang nantinya juga kami undang untuk membahas lagi. Mereka yang mengajukan tersebut akan dikoreksi nantinya,” katanya.

Selain itu, pihaknya berkoordinasi tentang persiapan bank- bank dalam keterlibatannya melayani penukaran uang tunai bagi masyarakat yang ingin membutuhkannya. “Penukaran bisa dilakukan di kas keliling maupun konter – konter perbankan yang telah terpasang spanduk sehingga masyarakat bisa melakukan penukaran dengan aman,” kata Titien.

Untuk mempermudah penukaran, pihaknya akan menyiapkan informasi – informasi kepada masyarakat dengan bekerjasama bank yang akan melakukan kas keliling. ” Sebelas bank yang akan melakukan kas keliling untuk penukaran uang bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, dalam kegiatan sosialisasi  tersebut tak hanya membahas persoalan ekonomi terkini, tetapi juga melakukan panen perdana padi merah organik secara simbolis di Singojuruh, Banyuwangi, yang dihadiri oleh Difi Johansyah, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur.

Dalam acara sosialiasi tersebut juga diisi dengan kegiatan refresing bagi 55 wartawan dari seluruh Jawa Timur,  yakni snorkeling di Pantai Bangsring, Banyuwangi. “Wartawan yang ikut total ada 55 wartawan dari seluruh Jawa Timur. Wartawan yang mayoritas bekerja di bidang ekonomi ini berasal dari Surabaya, Malang, Kediri, Jember dan Banyuwangi,” kata Nyi Mas Mirnayanti Jayasari, Humas BI Jatim. Naila Rahmatila EP