Jelang Lebaran, Tol Jombang-Mojokerto Dikebut

Tampak bangunan pintu Tol Jombang yang sudah siap dilewati.

MOJOKERTO (global-news.co.id)-Proyek pembangunan jalan tol Jombang-Mojokerto yang dikerjakan PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) mulai dikebut. Pasalnya, pengerjaan di seksi 2 dan 4 diharapkan bisa tuntas dan dilewati arus mudik dan balik pada lebaran nanti.

Humas PT MHI, Dela Rosita mengatakan, jika tidak ada gangguan proyek seksi 2 dan 4 tuntas akhir Juli 2017. Karena, pengerjaan jalan tol di dua seksi itu sudah mencapai 88 persen. “Sisanya dituntaskan sampai Juli,” katanya.

Saat ini, lanjut Dela, pihaknya sedang fokus pada pembangunan main road atau jalan utama seksi 2 di Desa Carangrejo, Jombok. Untuk di Desa Blimbing menyelesaikan pembangunan overpass.

Sedangkan di Desa Kendalsari, Watudakon dan Kedungmlati, lanjut Dela difokuskan pada proses timbunan sampai dengan rigid pavement. “Untuk seksi 4 hanya ada di dua desa yaitu Brodot dan Gondang Manis mengerjakan Base B & LC (Lean Concrete). Target penyelesaian konstruksinya pada Juli mendatang,” katanya.

Untuk diketahui ruas Tol Jombang-Mojokerto terbagi empat seksi dengan panjang 40,5 km. Seksi 1 terbentang mulai Kecamatan Bandar Kedungmulyo hingga Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang sepanjang 14,7 kilometer ini sudah resmi dioperasikan Oktober 2014. Sementara seksi 2 sepanjang 19,9 kilometer.

Terbentang mulai Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang hingga Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Seksi 3 mulai Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, hingga Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto sepanjang 5 km ini menghubungkan tol Jombang-Mojokerto dengan tol Sumo (Surabaya – Mojokerto).

Untuk seksi 4 berada di ruas Desa Brodot-Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang. Ruas terakhir  sepanjang 0,9 km ini akan menghubungkan tol Jombang-Mojokerto dengan tol Soker (Solo-Kertosono).

Kadishub Jombang, Imam Sudjianto mengapresiasi pihak kontraktor jika jalan tol bisa dilalui arus mudik dan arus balik lebaran. Pasalnya, jalan tol bisa mengurangi kepadatan dan kemacetan di ruas jalan dalam Kota Mojokerto.

Imam berharap, pengoperasioanlan jalan tol Mojokerto – Jombang dalam kondisi apapun saat lebaran Idul Fitri ini sebaiknya bisa dioperasionalkan, meskipun nanti pengoperasionalnya hanya satu arah saja. “Kalau jalan tol di jombang dioperasioanlkan, beban jalan protokol dalam Kota Jombang dipastikan tidak terlalu padat dan macet total,” katanya. * bas