Gus Mus: Jangan Sok Penting di Hadapan Allah

 

KH A. Mustofa Bisri saat memberikan tausyiah.

TANGERANG (global-news.co.id)-Mustasyar PBNU KH A. Mustofa Bisri mengkritik orang sombong, benar sendiri, dan merasa paling penting di hadapan Allah lantaran sudah melaksanakan perintah-perintah-Nya. Padahal Allah tidak akan rugi sama sekali, meski mereka tidak melaksanakan kewajiban-kewajiban tersebut.

“Kita itu sok penting. Kita sudah salat. Kita (mengucapkan) allahu akbar. Kita sudah (mengucapkan) subhanaallah.  Kelihatannya kita ini sudah hebat. Mereka tidak sembahyang semua, Tuhan tidak rugi blas. Tidak rugi sama sekali,” katanya di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, beberapa waktu lalu.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin itu menambahkan, Allah mengetahui manusia secara lahir dan bathin. Maka dari itu, jangan sekali-kali merasa paling penting di hadapan Allah.

Menurut kiai yang akrab disapa Gus Mus itu mengungkapkan, kalau ada orang yang ingin memperjuangakan agama Allah, maka mereka harus mengetahui apa-apa yang disenangi dan apa-apa yang dibenci oleh Allah itu sendiri. “Kalau kita mau memperjuangkan agama Allah. Kita harus kenal Allah,” tutur Gus Mus.

Gus Mus pun memberikan saran agar dalam beragama itu jangan terlalu serius dan terlalu semangat, serta melebihi syariat yang diajarkan seperti puasa sampai waktu Isya. Kalau seseorang beragama dengan santai, maka hidupnya akan santai pula. “Jangan serius-serius lah dalam beragama. Santai saja. Mari mendekatkan diri kepada Allah dengan santai, jangan petentengan,” pungkasnya. (nuo/nas)