GUIB Long March, Risma Hadang Massa Anti-Ahok di PT Jatim

RISMA Hadang Demo GUIB

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini didampingi Kapolerstabes Surabaya Kombes Pol Mohammad Iqbal saat mengimbau massa GUIB agar mengakhiri aksinya di depan gedung PT Jatim, di Surabaya, Senin (8/5/2017).

SURABAYA (global-news.co.id)-Desakan umat Islam agar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dihukum berat, atas kasus dugaan penistaan agama tidak hanya dilakukan warga Ibu Kota Jakarta. Di Surabaya, ratusan massa dari Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jatim, Senin (8/5/2017) siang kemarin, menggelar aksi long march menuntut agar Ahok divonis berat.

Aksi gabungan dari sejumlah ormas Islam ini digelar jelang keputusan hakim atas vonis Ahok, yang digelar di gedung Kementerian Pertanian (Kementan) di Jakarta, Selasa (9/5/2017) besok.

Namun sayang, aksi damai massa anti-Ahok yang rencananya digelar di gedung DPRD Jatim, Jl. Indrapura Surabaya ini, dihadang oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, saat melakukan orasi di Pengadilan Tinggi Jatim, di Jl. Sumatera Surabaya.

Sebelumnya, massa gabungan dari Front Pembela Islam (FPI) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), dan ormas lainnya juga menggelar orasi di depan gedung Negara Grahadi, di Jl. Gubernur Suryo Surabaya.

“Saya mohon, kita selesai di sini (Pengadilan Tinggi) ustaz Yunus (koordinator aksi). Tidak usah ke DPRD Jatim,” kata Risma di hadapan massa aksi di depan gedung PT Jatim, Senin (8/5/2017).

Menurut Risma, aksi cukup selesai dilakukan di Pengadilan Tinggi Jatim, dan PT Jatim yang akan meneruskan tuntutan massa aksi ke Mahkamah Agung (MA). “Saya mohon dengan hormat, kita boleh mengadukan, tapi tadi sudah ketemu dan dijanjikan Ketua Pengadilan Tinggi,” terang Risma.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini khawatir, aksi massa GUIB bisa mengganggu pengguna jalan dan memacetkan jalanan di Surabaya saat long march menuju DPRD Jatim. “Jangan sampai nanti di jalan mengganggu dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Saya mohon dengan hormat, ini menjelang puasa. Saya dengan Pak Kapolrestabes (Kombes Pol Mohammad Iqbal) menjaga Surabaya sudah berat,” tutur Risma. Ia juga mengingatkan, biasanya jelang bulan suci Ramadan banyak kejadian yang macam-macam.

AKSI GUIB JELANG VONIS AHOKMendengar imbauan dari Tri Rismaharini yang didampingi Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Mohammad Iqbal, massa aksi akhirnya membatalkan diri menuju ke gedung DPRD Jatim. Massa anti-Ahok ini pun mengakhiri unjuk rasa di depan PT Jatim.

“Awalnya mau ke DPRD Jatim, tadi sudah ke Gedung Negara Grahadi dan aksi ke Pengadilan Tinggi. Kami berharap tidak ada intervensi dari penguasa soal sidang dan hukuman ke Ahok. Pelaku penistaan agama harus dihukum berat,” ucap ustaz Yunus, koordinator aksi.

Yunus menyesalkan ketidakberdayaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut ringan Ahok, yang dinilai telah melecehkan Surat Al Maidah 51. “Hakim harus memberikan vonis lebih berat dari jaksa penuntut umum (JPU) yang hanya menuntut Ahok satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun,” cetus Yunus, yang juga Sekjen GUIB Jawa Timur ini.

Sementara dalam aksi tersebut, ratusan massa terlihat membawa sejumlah poster dan spanduk bertulisan kecaman terhadap Ahok. Seperti, “Ahok Bebas=Revolusi” “Al Quran adalah sumber dari segala sumber hukum”,’Arek Suroboyo Ahok bebas = Revolusi”, “Ahok the biang kerok” dan sejumlah spanduk lainnya.

Ratusan massa aksi terlihat ada yang mengendarai motor, naik kendaraan roda empat, dan banyak juga massa yang memilih berjalan kaki dengan membentangkan bendera khas massa GUIB. (nas)