DPRD Jatim Soroti Jebloknya UNBK Kota Surabaya

Pelajar SMA saat mengerjakan soal UNBK.

SURABAYA-Jebloknya hasil ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingka SMA/SMK di Surabaya tahun 2017, mendapat sorotan tajam dari Komisi E DPRD Jawa Timur. Dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, Kota Surabaya menduduki peringkat ke-21.

Hasil tersebut menjadi tamparan bagi Kota Surabaya, karena dengan berbagai fasilitas dan infrastruktur pendidikan yang lebih lengkap dibanding daerah lain, ternyata tidak mengerek posisi Surabaya diperingkat teratas. Di samping itu, peringkat ke-21 merupakan posisi terburuk bagi Surabaya selama ini.

Karenanya, Komisi E DPRD Jatim memanggil sejumlah kepala sekolah SMA/SMK di Surabaya bersama Kepala Dinas Pendidikan Jatim.

“Melihat peringkatnya, berarti infrastruktur pendidikan tidak korelasi dengan posisi. Begitu juga dengan hasil kelulusan hanya 55 persen untuk SMK dan 85 persen bagi SMA. Berarti ada yang salah,” kata anggota Komisi E DPRD Jatim, Muhammad Eksan dalam pertemuan di gedung DPRD Jatim, kemarin

.

Menurut Eksan, dengan fasilitas yang lebih unggul, harusnya peringkat Surabaya sebagai ibu kota provinsi bisa di nomor satu.

Menanggapi hasil UNBK, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Saiful Rahman mengatakan, kebanyakan dari siswa jeblok nilainya di mata pelajaran matematika dan fisika. “Mungkin tingkat kesulitannya tinggi. Maka dari itu, kami akan melakukan upaya semuanya untuk dievaluasi di seluruh tingkatan kepala sekolah, kabupaten dan kepala cabang dinas. Artinya nanti perolehan nilainya harus meningkat,” kata Saiful Rahman. (nas)