Diduga Bunuh Diri Terkait Penembakan Rumah Anggota Dewan, Bripka Teguh Dimakamkan di Tuban

GN/CHUSNUL HUDA
Upacara kemiliteran mengantar kepergian Bripka Teguh yang diperiksa terkait penembakan Ketua Fraksi PKS, beberapa waktu lalu.

TUBAN (global-news.co.id) – Jenazah Bripka Teguh Dwiyatno, anggota Brimob Detasemen A Satuan III Pelopor Bagian Logistik persenjataan yang diperiksa terkait dugaan penembakan rumah Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini, dimakamkan di tanah kelahirannya Desa Jarorejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Prosesi pemakaman berlangsung secara militer di pemakaman umum desa setempat, Selasa (16/5/2017).

Jenazah almarhum tiba di rumah duka Selasa dini hari sekitar pukul 01.00 WIB setelah diterbangkan dari Jakarta Senin sore (15/5/2017).

Upacara resmi pemakaman militer ini dipimpin Kompol Yoyok Priyo Priyanto sebagai inspektur upacara sekaligus perwakilan dari Brimob Polda Jatim yang turut hadir untuk menghantarkan hingga proses dikebumikan.

Dari pantauan langsung di rumah duka, para peziarah dari pagi berdatangan, mulai dari kalangan Polri–TNI, pejabat pemerintah, dan masyarakat sekitar untuk menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Ruslan (70) ayah korban mengatakan, di mata keluarga almarhum orangnya baik tidak pernah macam-macam dan tidak pernah cerita terkait apapun tentang pekerjaanya. Dari keterangan Ruslan, Bripka Teguh Dwiyatno meninggalkan seorang istri bernama Dahlia Indah Puspita dan dua orang anak yaitu Bintang Afansa (18) dan Surya (5).

Ruslan melanjutkan, terakhir almarhum pulang pada tanggal 1 Mei 2017 lalu, karena bertepatan dengan acara tahlil kirim doa 40 hari meninggal sang neneknya. “Kemarin saat saya menyapu di dalam rumah kejatuhan cicak dan mungkin itu firasat kepergian anak saya,” ucapnya.

Bripka Teguh Dwiyatno merupakan putra kedua Ruslan dari tiga bersaudara, ia memulai karir menjadi anggota Polisi sejak tahun 1995.

Anggota Brimob berusia 45 tahun tersebut ditemukan tewas dan diduga bunuh diri di garasi mobil Asrama Brimob Kompi I, Batalion A, Resimen III Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan, sekira pukul 07.00 WIB Senin (15/5/2017).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Rikwanto mengatakan, Bripka Teguh sempat diperiksa terkait dengan penembakan rumah Jazuli. Bripka Teguh diduga terlibat dalam penembakan itu. “Beliau diperiksa intensif terkait tanggung jawabnya. Diduga karena diperiksa, korban jadi stres dan bunuh diri. Kesimpulannya diduga kuat bunuh diri karena merasa bersalah, bertanggung jawab atas kelalaiannya,” ujar Rikwanto.

Rikwanto menjelaskan Bripka Teguh bertanggung jawab mengurus senjata dan peluru di asrama Brimob Kedaung, Tangerang Selatan. Bripka Teguh juga bertanggung jawab menangani latihan menembak. Diduga, saat latihan menembak, ada peluru yang secara tidak sengaja menyasar ke rumah Jazuli. “Kejadian pembuangan tembakan saat latihan, terbuang, mengenai jendela rumah anggota DPR beberapa waktu lalu,” tutur Rikwanto.

Dengan fakta itu, lalu bagaimana kelanjutan penanganan kasus penembakan rumah Jazuli? “Kami belum dapat informasi kejelasan, penyelidikan dan sebagainya masih kita lakukan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (hud)