Bacabup Jombang Mulai Bermunculan

JOMBANG (global-news.co.id)-Konstalasi politik jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Jombang tahun 2018, diprediksi bakal berlangsung panas. Kendati pendaftaran resmi pasangan calon bupati (Cabup) baru akan dibuka Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) akhir Januari 2018, namun sejumlah nama bakal kandidat calon bupati (Bacabup) kini mulai bermunculan.

Selain incumbent Nyono Suharli Wihandoko, sejumlah nama disebut-sebut akan turut serta dalam pertarungan merebut kursi pemimpin Jombang. Antara lain, Mundjidah Wahab yang kini masih wakil bupati Jombang, Ketua DPRD Jombang Joko Triono, serta anggota Komisi V DPR RI Sadarestuwati yang disebut memiliki basis pendukung kuat.

Kendati belum mendeklarasikan diri secara resmi, namun sinyal untuk maju di pilkada Kota Santri sudah mulai santer berembus kabar. Bahkan mereka mulai terlihat gerilya untuk mendapatkan dukungan awal dari masyarakat.

Sadarestuwati misalnya. Politisi PDIP yang kini duduk sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan VIII (Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun) ini, tampaknya mulai cek sound. Bahkan, dirinya mengaku telah melakukan pemetaan politik dalam Pilbup Jombang yang akan digelar 27 Juni 2018 mendatang.

“Sekarang masih cek sound dululah. Masih terlalu dini kalau saya menyatakan maju atau tidak, kemudian dengan siapa (pasangan red). Kita lakukan pemetaan seperti apa kondisi dilapangan,” kata Sudarestuwati saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) infrastruktur di Kabupaten Jombang, Rabu (10/5/2017).

Kendati demikian, pihaknya tak menampik adanya komunikasi politik dengan sejumlah tokoh politik di Jombang. Termasuk di internal PDIP. Terlebih sejak 2 Mei 2017, DPC PDIP Jombang sudah membuka pendaftaran bakal cabup dan akan berakhir pada 16 Mei 2017.

“Partai sudah memiliki mekanisme untuk mengusung calon, sehingga sebagai kader sekaligus pengurus partai, tentunya saya akan mengikuti kententuan yang ada. Semua kemungkinan masih terbuka lebar,” terangnya.

Disinggung kapan ia akan mendaftarkan diri dan mengikuti proses penjaringan yang dibuka PDIP, mengingat waktu penutupan pendaftaran tinggal 6 hari lagi, Mbak Estu sapaan akrabnya masih enggan membeberkannya.

“Kalau saya sampaikan mendaftar hari ke berapa, itu bukan kejutan dong namanya. Nanti saya akan memberikan kejutan kepada Ateman-teman,” tandasnya.

Kehadiran Sudarestuwati ini tampaknya bakal mengubah peta politik di Jombang. Apalagi, Wakil Bupati Jombang, Munjidah Wahab yang disebut-sebut bakal maju sebagai calon bupati ini, telah memantapkan langkah untuk merebut kursi Jombang 1.

Bahkan, Munjidah mengaku, telah didukung oleh kekuatan warga nahdliyin untuk maju sebagai Bacabup. “Sebagai Warga Negara Indonesia tentunya mempunyai hak untuk dipilih dan memilih, kita serahkan semua kepada masyarakat. Terkait bagaimananya, karena mereka yang mempunyai hak untuk memilih,” jelas Munjidah yang juga Ketua Muslimat NU Jombang, Rabu (10/5/2017).

Sementara itu, Nyono Suharli Wihandoko yang diprediksi akan running lagi, masih menunggu pembahasan DPD Golkar tingkat II dari seluruh Jatim. Adapun Golkar bakal membuka penjaringan pada tanggal 27 Juli 2017 mendatang.

Dalam Pilbup kali ini, tidak ada satu partai yang bisa mengusung calon sendiri alias harus membangun koalisi. Perolehan kursi legislatif partai di DPRD Jombang, yakni PDIP sebanyak 9 kursi, PKB sebanyak 8 kursi, Partai Golkar sebanyak 7 kursi. Partai Demokrat memiliki 6 kursi, PKS dengan 5 kursi, PPP memiliki 4 kursi, Nasdem dengan 4 kursi, PAN dengan 3 kursi, Hanura memperoleh 2 kursi, Gerindra memiliki 2 kursi. (bas/okz/lsi)