Kontribusi PDB Besar, Koperasi Jadi Fokus Berbenah

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga meninjau hasil kerajian tangan para penyandang disabilitas pada Peresmian Koperasi Inklusi Mandiri didampingi dan Anggota DPR RI Komisi VI Melani Leimena dan Duta Koperasi Dewi Motik di Jakarta Rabu (10/05/2017)

JAKARTA (global-news.co.id)-Upaya reformasi total koperasi yang digulirkan Kementerian Koperasi dan UKM dalam dua tahun terakhir membuahkan hasil menggembirakan. Koperasi mampu menyumbang bagi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar 4,41 persen (2016) atau meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 1,67 persen.

Oleh karena itu, Menteri Koperasi (Menkop) dan UKM AAGN Puspayoga akan terus menggulirkan program reformasi total koperasi. Tiga langkah reformasi yang digencarkan Kemenkop UKM adalah yang pertama rehabilitasi. Kedua, reorientasi yaitu untuk meningkatkan koperasi dari kuantitas menjadi kualitas, dan ketiga pengembangan.

Menkop dan UKM Puspayoga menyampaikan hal tersebut dalam acara pembentukan Koperasi Disabilitas Inklusi Mandiri di Thamrin City, Jakarta Pusat, Rabu (10/5/2017). Acara ini diselenggarakan dalam rangka Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Lembaga Pendidikan dan Keterampilan De Mono ke-28, sekaligus ulang tahun Duta Koperasi dan UKM Dewi Motik Pramono yang ke-68 tahun.

“Ini sebagai buah upaya dari reformasi total koperasi. Ini harus lakukan terus kerja sama dengan semua stakeholders gerakan koperasi, bupati, walikota, gubernur. Semua kerja sama sehingga PDB bisa meningkat,” ujar Puspayoga.

Puspayoga mengungkapkan, pembenahan koperasi ke depan lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Menurut dia, bila koperasi dikelola secara baik dan kredibel, hal itu akan memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi pengurus dan anggota koperasi. Selain itu, koperasi juga membantu meningkatkan pemerataan kesempatan dan kesejahteraan di masyarakat.

“Ada 43 ribu koperasi sudah kita bubarkan sebagai bentuk pengembangan koperasi. Dan sekarang masih 150 ribu koperasi. 75 ribu yang sehat dan 75 ribu sakit. Yang sakit kita perbaiki kalau bisa sehat bagus, kalau gak minggir supaya koperasi bagus sehat berkualitas supaya bisa tingkatkan PDB,” tandasnya.

Di sisi lain, Puspayoga mengapresiasi koperasi yang sudah berkembang dan bahkan turut berperan dalam menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR). Koperasi dimaksud adalah Kospin Jasa, koperasi simpan pinjam yang berpusat di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Puspayoga berharap koperasi lain bisa mengikuti jejak Kospin Jasa untuk dilibatkan menjadi penyalur KUR. Saat ini ada sekitar 100 lebih koperasi masih dalam tahap verifikasi.

“Pengembangan koperasi sekarang koperasi sudah ada penyalur KUR di Pekalongan dan ada ratusan koperasi yang ajukan yang masih kita verifikasi,” kata Puspayoga.

 

Koperasi Disabilitas Inklusi Mandiri

Dalam kesempatan itu, Puspayoga menyambut positif dibentuknya Koperasi Disabilitas Inklusi Mandiri. Koperasi yang baru pertama kali berdiri di dunia ini akan menjadi induk bagi koperasi sejenis. Badan hukum koperasi ini akan segera dituntaskan Kemenkop dan UKM untuk membantu penyandang disabilitas di Indonesia.

“Kenapa harus lewat koperasi supaya lebih mudah 1 pintu. Koperasi itu untuk mengkoordinir para pelaku UMKM,” ungkap Puspayoga.

Dewi Motik Pramono menginisiasi pembentukan Koperasi Disabilitas Inklusi Mandiri untuk membantu penyandang disabilitas. Awal mulanya pemikiran ini muncul dilatarbelakangi oleh rasa keprihatinan terhadap penyandang disabilitas yang notabene memiliki keterbatasan fisik, namun cerdas dalam berpikir serta punya kemauan berusaha yang tinggi.

“Makanya saat kita hadap pada menteri (Koperasi) saya bisiki bantu disabilitas maka dibentuklah koperasi ini. Kita bantu penyandang disabilitas otaknya bagus tapi fisiknya kurang. Nah ini kita niat baik,” tutur Dewi Motik.

Haryono Suyono, Ketua Yayasan Damandiri mendorong supaya pemberdayaan penyandang disabilitas tidak hanya melalui koperasi tetapi lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Supaya penyandang disabilitas bisa menjadi penggerak ekonomi mikro di pedesaan.

“Maka desa di Indonesia bisa bangkit, bisa menjadi kekuatan luar bisa sehingga lembaga seperti De Mono bisa diranmgkul mereka mengikuti pelatihan,” ujar Haryono.

Turut hadir dalam acara ini antara lain, Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM Meliadi Sembiring, Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) Ahmad Zabadi, Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Nita Yudi, Anggota Komisi VI DPR RI Melani Leimena Suherli, dan Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto.(jef)