20 Perlintasan KA Mojokerto-Jombang Tak Berpalang Pintu

 

Sejumlah pelajar melintasi jalur perlintasan kereta api tanpa palang pintu dikawasan Damarsih, Kec. Mojokerto. – SP/BAMBANG SUJARWANTO

MOJOKERTO (global-news.co.id)-Para pengguna jalan yang melintas di jalur perlintasan kereta api tanpa palang pintu harus ekstra hati-hati. Terutama yang berada di kawasan Mojokerto-Jombang. Kenapa?

Sedikitnya 20 perlintasan Kereta Api (KA) di kawasan Mojokerto-Jombang tak berpalang pintu dan tanpa penjaga, kerap kali menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Ironinya, kejadian tersebut hampir setiap tahun terulang kembali. Ke-20 perlintasan ilegal tersebut, rinciannya. Lima berada di Kab/Kota Mojokerto dan 15 lagi berada di Kab. Jombang.

Berdasarkan informasi yang digali wartawan Global News, hingga kini 20 perlintasan KA illegal itu belum juga mendapat penanganan serius dari PT KAI, dan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. Padahal, arus mudik sudah semakin dekat.

Di perlintasan KA Damarsi, Kec. Mojoanyar, Kab. Mojokerto, misalnya hampir setiap tahun atau libur panjang terjadi kecelakaan, antara KA dengan kendaraaan bermotor atau pejalan kaki dengan KA. Karena di perlintasan ilegal tersebut tak dilengkapi palang pintu pula. Kadang perlintasan KA itu dijaga warga setempat kadang tidak.

Hal yang sama juga di Perlintasan KA Kelurahan Blooto, Kec. Prajuritkulon, Kota Mojokerto, perlintasan Mojoranu, Kec. Sooko, Perlintasan Bicak, dan Balonngwono, Kec. Trowulan  Kab. Mojokerto juga tanpa palang pintu dan tanpa penjaga. Padahal, perlintasan itu banyak dilalui kendaraan bermotor dan pejalan kaki.

Sedangkan di wilayah Jombang yang tersebar di Kec. Sumobito, Kec. Peterongan, Kec. Perak, Sembung, Kec. Kota Jombang dan Kec. Bandar Kedungmulyo. Keberadaannyapun rawan kecelakaan karena tanpa palang pintu dan penjaga.

Di wilayah Jombang perlintasan masuk kategori rawan laka yakni di Kec. Bandar Kedungmulyo, Pelintasan di Desa Segodorejo, Kec, Sumobito, di Desa Glagahan Kec. Perak Kab. Jombang

Supaya perlintasan ilegal itu tidak terjadi laka, maka  PT KAI dan Pemkab, Pemkot baik di Mojokerto dan Jombang segera mengambil langkah cepat dan tepat mengatasi perlintasan ilegal, agar perlintaan aman untuk pengguna jalan.

Akhmad warga Damarsi Kec. Mojoanyar mengimbau, masyarakat yang melintas diperlintasan ilegal itu diminta ekstra hati-hati. Sebaiknya pengguna jalan berhenti sebentar, tengok kanan kiri sebelum menyeberang. “Jangan membunyikan tape mobil atau walkman, dan HP menggunakan hanset saat melintas di lokasi ini,” tutur Akhmad, Selasa (30/5/2017).

Berbeda dengan yang disampaikan Sugito (33) warga Sumobito, Jombang. Ia mengatakan, setahun lalu dia dan warga baik di selatan dan utara rel KA bersama-sama membuat perlintasan ilegal selebar 1,5 meter sebagai jalan pintas. “Kita mohon Pemkab dan PT KAI tak menutup perlintasan itu,” harapnya.

Sementara itu, Kadishubkominfo Kab. Mojokerto, Akhmad Rifai, Kadis Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya dan kadishub Jombang, Imam Sudjianto siap menampung aspirasi warga, dan akan dijadikan kajian serta secepatnya dikoordinasikan dengan PT KAI setempat.

Kepala Stasiun Mojokerto Tretanto maupun Kepala Stasiun Jombang, Sutrisno belum bisa dikonfirmasi karena ada tugas luar. Sedangkan Akhmad anak buahnya di Jombang mengatakan, memang diwilayahnya sampai sekarang masih ada perlintasan KA illegal.

Karena statusnya ilegal maka, perlintasan itu bukan menjadi wewenang PT KAI. Dulu, PT KAI sudah pernah menutup pelintasan tadi dengan memasang patok besi agar tak dilalui kendaraan. Namun tak berapa lama patok tadi hilang.

Menurut mereka, pihak PT KAI sudah seringkali menutup perlintasan KA ilegal lagi. Namun, upaya tak bisa berjalan maksimal, karena oleh oknum masyarakat yang ingin menempuh jalan pintas, nekat membuka kembali perlintasan ilegal itu.

Agar tak terjadi laka lantas di perlintasan ilegal, sebaiknya pengendara tidak melalui jalur itu. Jika terpaksa harus melalui jalur itu, pengendara harus memastikan dulu lintasan hendak dilalui benar-benar aman. * bas