Viral Warga Gaza Ucapkan Selamat Warga Jakarta Punya Gubernur Baru

JAKARTA (global-news.co.id)- Pilkada DKI Jakarta tidak hanya membetot perhatian publik dalam negeri di Indonesia. Namun juga sebagian publik dunia.

Seputar Pilkada DKI masih menjadi berita  terpopuler hingga Jumat, (21/4/2017) selain berita tentang kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang sudah masuk tahap penuntutan. Ahok dituntut hukuman 1 tahun penjara dan 2 tahun masa percobaan.

Pemilihan Gubernur-Wagub DKI Jakarta yang menyebabkan tersingkirnya gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menjadi sorotan media asing arus utama. Ahok diberitakan sebagai tokoh fenomenal dan antikorupsi. Namun, Ahok menjadi pergunjingan luas, tidak saja di Indonesia tetapi di luar negeri, akibat sentimen agama dan etnis.

Beberapa media asing menyinggung bagaimana Anies sebenarnya telah merangkul seluruh warga Jakarta untuk bersatu dan melupakan perbedaan.

Kekalahan Ahok dan kemenangan Anies Baswedan, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, itu diartikulasikan dalam terminologi atau diksi yang dikaitkan dengan masalah agama dan ras oleh sejumlah media asing arus utama.

Media Arab berbasis di Doha, Qatar, Al Jazeera, menyebutkan, Ahok yang sedang “diadili karena penistaan” agama kalah dari Anies “setelah kampanye agama yang memecah belah”.

Dari hasil penghitungan cepat oleh 10 lembaga survei, “gubernur Kristen di ibu kota Jakarta” kalah telak setelah “kampanye yang dimulai dengan perbedaan agama dan rasial di negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia itu,” demikian diberitakan Al Jazeera, Rabu (19/4/2017).

Tidak hanya itu, hasil Pilkada Jakarta juga menjadi buah bibir warga di luar negeri. Itu setidaknya terlihat dalam video yang viral melalui media sosial ucapan selamat dari warga di Jalur Gaza Palestina.

Dalam video tersebut, warga mengucapkan selamat kepada warga muslim Indonesia khususnya di Jakarta yang telah memiliki gubernur yang baru. Rekaman video tersebut kemungkinan dibuat oleh para sukarelawan atau mahasiswa Indonesia yang berada di wilayah tersebut. Tidak jelas kapan video tersebut dibuat, apakah sebelum atau sesudah Pilkada DKI Jakarta. (faz)