Terkendala Teknis, 12 Sekolah Kepulauan di Jatim Belum Terapkan UNBK

GN/RETNO ADJENG Adinda Lulu, salah seorang pelajar SMA Intensif Taruna Pembangunan Surabaya ikut UNBK, Senin (10/4/2017). Adinda terpaksa ikut ujian di ruang tersendiri akibat kondisi fisiknya setelah menjalani operasi tulang. Meski ujian di ruang tersendiri, pengawasan ketat dilakukan termasuk melalui CCTV.

SURABAYA (global-news.co.id)-Seluruh siswa SMA di Jawa Timur, Senin (10/4/2017) hingga empat hari ke depan menjalani Ujian Nasional berbasis komputer (UNBK) dan Ujian Berbasis Kertas dan Pensil (UNBKP). Hampir semua lembaga telah mengikuti ujian berbasis komputer UNBK, kecuali di 12 sekolah di Kepulauan.

“Sekarang UNBK sudah hampir keseluruhan, kecuali 12 sekolah di kepulauan karena ada kendala teksnis,” ujar Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf di sela sidak di SMA 1 Kebomas Gresik, Senin (10/4/2017).

Wakil gubernur akrab disapa Gus Ipul tersebut mengatakan, evaluasi UNBK untuk SMK kemarin, kendala teknis minim sekali. Hanya ada laporan beberapa materi soal yang tidak keluar dan itu akan ujian ulang tanggal 18-19 April nanti.

“Dari 100 ribu lebih peserta ujian SMK kemarin, ada 9 ribu lebih harus mengulang karena soal yang dikirim dari Jakarta tidak keluar di komputer,” katanya.

Menurut Gus Ipul, ujian berbasis komputer ini memang keniscayaan dan para siswa harus dibiasakan. Untuk masalah teknisnya akan diperbaiki oleh Kementerian dan Kebudayaan terutama terkait masalah yang tidak keluar soalnya.

“Ujian SMK sudah selesai, sekarang ujian nasional SMA, mudah-mudahan lancar,” katanya.

Di Surabaya, pelaksanaan UNBK 2017, hari pertama di sejumlah SMA di Surabaya dipastikan tanpa kendala berarti. Di SMA Intensif Taruna Pembangunan Surabaya, seorang siswa bernama Adinda Lulu terpaksa mengerjakan tes UNBK di atas kursi rodanya. Adinda mengikuti ujian di ruang terpisah setelah menjalani operasi tulang.

Mengikuti ujian sesi pertama dari tiga sesi, Adinda tampak antusias mengerjakan soal demi soal di layar komputer meja yang dibawanya sendiri. Meski mengikuti ujian di ruang tersendiri, Adinda mengikuti ujian dengan pengawasan ketat dari pengawas termasuk melalui fasilitas CCTV yang ada di sekolah tersebut.

Sementara di SMAN 1 Surabaya, 270 siswa mengikuti UNBK 2017 pada hari pertama yang mengujikan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dan digelar dalam 3 sesi, dimulai pada jam 8 untuk sesi pertama, dan jam 2 siang untuk sesi ke 3.

“Sesi ke 2 akan dimulai sebelum jam 11. Seluruh siswa peserta ujian kami pastikan hadir pada ujian hari pertama ini. Kami bagi menjadi 3 sesi dengan harapan seluruh siswa sudah mempersiapkan diri sebelumnya,” terang Johanes Mardiyanto Kepala SMAN 1 Surabaya.

Dari sejak awal persiapan UNBK 2017, lanjut Johanes, seluruh proses berjalan dengan lancar sesuai ketentuan dan prosedur yang ada. Mulai dari pelaksanaan try out, bimbel hingga sinkronisasi seluruhnya berlangsung dengan aman.

“Semoga sampai 4 hari ke depan selama pelaksanaan UNBK 2017 tidak ada kendala berarti. Karena proses yang kami jalankan sejak awal mulai dari try out hingga hari pertama ujian seluruhnya lancar,” kata Johanes.

Sementara itu, pelaksanaan UNBK 2017 di SMAN 10 Surabaya pada hari pertama ini juga berjalan sesuai harapan. Lancar dan tanpa kendala berarti. Seluruh siswa peserta sudah hadir sebelum jam 8 pagi.

“Seluruh siswa, 364 orang seluruhnya hadir dan siap mengikuti ujian. Pelaksanaan ujian disekolah kami 2 sesi, dimulai jam 8, dan sesi kedua mulai jam 10,” terang Mohammad Sohibul Anwar Waka Kesiswaan bidang Kurikulum SMAN 10 Surabaya.

Ditambahkan Sohibul bahwa seluruh siswa sudah mengikuti proses pelaksanaan ujian sejak persiapan dengan mengikuti bimbingan belajar hingga istiqosah bersama, dan diharapkan seluruh siswa siap menghadapi pelaksanaan ujian hingga 4 hari ke depan.

“Persiapan dari awal, seperti try out, sudah kami laksanakan bersama siswa. Sinkronisasi juga sudah kami lakukan dan tidak ada kendala berarti. Siswa kami harapkan juga sudah mempersiapkan diri,” tambah Sohibul.(ret/faz)