Atap Gedung Pemkab Bojonegoro pun Jadi Arena Berselfie

atap gedung pemkab bojonegoroBOJONEGORO (global-news.co.id)–Pemkab Bojonegoro sepertinya mengerti betul kegemaran masyarakat di era sekarang yang hobi ber swafoto. Bagian atas atap gedung perkantoran pemkab pun disulap menjadi tempat untuk ber-selfie ria. Wal hasil, jepret sana jepret sini dengan latar pemandangan Kota Bojonegoro dari ketinggian pun bisa terwujud.

Di bagian atas gedung pemkab yang memiliki tujuh lantai setinggi 55 meter tersebut, dipasangi rumput sintetis seperti lapangan futsal. Nah, meski berada di fasilitas strategis pemerintahan, namun tempat tersebut dibuka bagi masyarakat yang ingin naik dan melihat kota Minyak Bojonegoro dari ketinggian.

Ini bakal menjadi pengalaman baru bagi mereka yang berkunjung mengingat selama ini belum ada tempat setinggi gedung perkantoran pemkab tersebut.

Bupati Bojonegoro, Suyoto mengatakan, lantai atas gedung memang sengaja dibuka untuk umum.”Dibuka untuk umum. Monggo (silakan, red),” ujarnya, Jumat (21/4/2017).

Walau sudah bisa dikunjungi, warga pengunjung diminta untuk mengutamakan keselamatan. Hal ini karena gedung yang digunakan bekerja oleh jajaran SKPD pemkab belum dipasangi kelengkapan keselamatan. Salah satunya pemasangan jalur evakuasi jika terjadi kebakaran. Juga sementara ini belum ada petugas pemandu.

Kepala Bagian Umum Pemkab Bojonegoro Hari Kristianto, menyatakan pemasangan standart keamanan penggunaan gedung tersebut masih dalam tahap koordinasi bersama beberapa SKPD. “Yang bertanggungjawab pemanfaatan gedung tersebut multi sektor, jadi masih terus berkoordinasi,” ujarnya, Rabu (19/4/2017).

ARTIKEL20161008123733pmBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro bersama dengan Inspektur Kebakaran, merekomendasikan beberapa hal yang harus segera dipenuhi. Seperti jalur evakuasi bagi penghuni dan pemanfaat gedung yang sangat bermanfaat ketika terjadi kebakaran. “Untuk bangunan bertingkat, jalur evakuasi ini mutlak,” kata Hari.

Selain jalur evakuasi, rekomendasi lain yakni, papan informasi atau peringatan terhadap hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh pengguna atau pemanfaat di dalam gedung. “Misalnya peringatan tidak menggunakan lift saat kebakaran. Kemudian harus ada denah ruangan untuk mempermudah pengguna atau pemanfaat gedung,” lanjutnya.

Selain itu, lanjut dia, seharusnya di tiap lantai selalu ada exhaust fan (penyedot asap) di tangga darurat untuk menyedot asap keluar. Dan perlengkapan pemadam kebakaran seperti posisi alat pemadam kebakaran ringan (apar) dan hidran harus ada dalam denah. Selain menyediakan peralatan proteksi kebakaran, juga harus dilengkapi dengan petugas keamanan dan keselamatan yang dibekali dengan pengetahuan dan kemampuan dalam mengoperasikan peralatan proteksi kebakaran.(tun)