AS Hujani Suriah dengan Rudal Tomahawk

GN/Reuters Salah satu rudal Tomahawk yang diluncurkan dari salah satu kapal perang AS, USS Ross yang berposisi siaga di Laut Mediterrania

WASHINGTON (global-news.co.id)–Pasca serangan senjata kimia terbaru yang dilancarkan Rezim Suriah, Amerika Serikat akhirnya memutuskan untuk menyerang Suriah, Jumat (7/4/2017). Puluhan peluru kendali Tomahawk senilai miliaran dollar AS pun diluncurkan ke sebuah pangkalan udara Suriah yang menjadi asal serangan senjata kimia maut.

Presiden AS Donald Trump menyebut aksinya ini untuk kepentingan keamanan nasional Amerika dalam melawan rezim Suriah pimpinan Presiden Bashar al-Assad.

Menghadapi krisis kebijakan luar negeri terbesarnya sejak dilantik Januari lalu, Trump mengambil langkah kebijakan paling keras dalam enam tahun perang saudara Suriah. Dan itu juga berarti menempatkan dia dalam risiko besar berhadapan dengan Rusia dan Iran yang merupakan dua sekutu utama Rezim Bashar Assad.

“Upaya bertahun-tahun sebelumnya untuk mengubah prilaku Assad telah sama sekali gagal dan secara dramatis gagal,” kata Trump dari resortnya di Mar-a-Lago saat menjamu Presiden China Xi Jinping.

“Malam ini saya memerintahkan serangan militer ke pangkalan udara di Suriah yang menjadi asal serangan kimia diluncurkan. Serangan ini demi kepentingan keamanan nasional vital Amerika Serikat dalam mencegah dan menghalau penyebaran dan penggunaan senjata kimia berbahaya,” kata Trump.

“Tak dapat dibantah lagi bahwa Suriah telah menggunakan senjata kimia terlarang, melanggar kewajiban-kewajibannya di bawah konvensi senjata kimia dan mengabaikan Dewan Keamanan PBB,” kata Trump lagi.

Trump memerintahkan serangan rudal ini sehari setelah dia menuduh Assad ada di balik serangan senjata kimia pekan ini yang menewaskan paling sedikit 70 orang yang kebanyakan darinya anak-anak, di kota Khan Sheikhoun. Namun, Pemerintah Suriah membantah berada di belakang serangan itu.

Trump memilih serangan udara terukur dan tersasar ketimbang serangan penuh kepada pasukan instalasi militer Suriah.

Para pejabat tinggi AS mengungkapkan militernya menembakkan puluhan peluru kendali ke pangkalan udara yang digunakan pasukan Suriah, sebagai jawaban AS terhadap serangan gas beracun ke daerah yang dikuasai pemberontak Selasa lalu.

Sekitar 50 rudal Tomahawk diluncurkan dari dua kapal perang Angkatan Laut AS, USS Porter dan USS Ross, yang siaga di Laut Mediterania timur  dengan membidik berbagai target, mulai landasan, pesawat tempur, sampai stasiun pengisian bahan bakar pesawat, di Pangkalan Udara Shayrat.

Dampak dari serangan yang dilancarkan pukul 8:45 waktu setempat (Jumat 8.45 pagi WIB), belum diketahui pasti.

Televisi pemerintah Suriah melaporkan seragan yang disebut “agresi Amerika” telah membidik sebuah pangkalan militer Suriah, namun serangan itu akan terpatahkan.

Serangan AS ini sebagai respons atas serangan kimia yang menewaskan lebih dari 80 orang, termasuk puluhan anak-anak di Khan Sheikhun, Provinsi Idlib. AS dan negara-negara Barat lainnya meyakini rezim Presiden Bashar al-Assad mendalangi serangan itu.

Namun rezim Suriah membantah dan menyalahkan kelompok pemberontak setempat. Padahal banyak korban yang selamat menyebut, serangan kimia berasal dari pesawat-pesawat tempur yang mengudara di atas wilayah mereka.(rtr)