Peneliti LIPI Kagumi Inovasi Pelayanan Publik di Pamekasan

GN/Istimewa Pengamat politik LIPI Siti Zuhro

GN/Istimewa
Pengamat politik LIPI Siti Zuhro

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Dr Siti Zuhro menegaskan secara pribadi dirinya mengaku salut dan mengapresiasi inovasi pelayanan publik di Pamekasan, sehingga pada tahun 2016 lalu, kabupaten dengan slogan Gerbang Salam ini masuk dalam Top 35 daerah pemberi pelayanan terbaik dalam lomba inovasi pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB).

Siti Zuhro mengemukakan hal itu saat menjadi pembicara dalam seminar nasional ‘Madura Menuju Propinsi’ yang digelar di Pendapa Ronggosukowati Pamekasan, minggu kemarin. Saat itu, ia tampil bersama pembicara lainnya yakni Prof Dr Makhfud MD, Prof Dr Didik Junaidi Rachbini dan Drs Zafrizal ZA MSi dari Kementrian Dalam Negeri RI.

Siti Zuhro yang menjadi salah seorang anggota tim penilai dalam lomba itu mengungkapkan kekagumannya dan memberikan ucapan selamat kepada Bupati Pamekasan Achmad Syafii yang mampu menyampaikan paparan dan program inovasi pelayanan publik yang dilakukannya jadi andalan dalam lomba saat itu.

“Saya langsung tegaskan ini program sangat bagus. Saat itu yang disampikan adalah Program ‘Satu Saka’ (satu tahun satu kelahiran, red) bidang peternakan sapi, sangat bagus dan mendapat penilaian tinggi. Saya ucapkan selamat dan salut atas penampilan bapak Bupati Pamekasan. Sehingga Pamekasan saat itu terpilih akhirnya menjadi Top 35 daerah pemberi inovasi pelayanan terbaik dari pilihan Tim Kementrian PAN dan RB,” ungkapnya.

Siti Zuhro yang mengaku masih berdarah Sumenep Madura itu mengungkapkan potensi yang dimiliki Pamekasan ini menjadi entri poin potensi yang bagus untuk memuluskan Madura menjadi propinsi. Karena untuk menjadi provinsi maka kabupaten yang ada di Madura harus memiliki kelebihan yang bisa diandalkan untuk mempercepat mulusnya menjadi Provinsi Madura.

Sebagai cendikiawan murni, Siti Zuhro mengaku harus melakukan analisa yang jernih bersih dari kepentingan aspek lain termasuk kepentingan politik. Karena itu, ia menyarankan, agar dalam upaya untuk menjadi Provinsi Madura harus mempersiapkan dalam segala aspeknya dengan matang.

“Untuk menjadi provinsi ini kemauan siapa, harus kemauan semua elemen, dengan berdasarkan itu maka akan memiliki kekuatan dan dukungan politik yang kuat. Elemen terkait banyak  tokoh masyarakat, ulama dan pondok pesantren, pemerintah daerah, legislatif, kalangan perguruan tinggi, mahasiswa dan para pengusaha,” paparnya.

Yang menarik, Siti Zuhro menyarankan agar upaya untuk menjadi provinsi, Madura harus diarahkan untuk kepentingan membangan Indonesia, bukan hanya untuk kepentingan Madura saja, atau kepentingan kelompok yang ingin mendapatkan  kekuasaan saja. “Saya sarankan jika Madura ingin jadi provinsi niatkanlah Madura untuk Indonesia,” tandasnya. (mas/*)