DLH Pamekasan Bekali 30 Sekolah Adiwiyata

GN/Masdawi Dahlan Perwakilan 30 sekolah di Pamekasan mengikuti pembekalan yang dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup setempat.

GN/Masdawi Dahlan
Perwakilan 30 sekolah di Pamekasan mengikuti pembekalan yang dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup setempat.

PAMEKASAN (GN)-Sebanyak 30 sekolah mengikuti workshop aplikasi data macro excel sekolah Adiwiyata Kabupaten Pamekasan 2017 yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, Sabtu-Minggu (18-19/3/2017).

Kepala DLH Pamekasan Amin Jabir mengatakan, 30 sekolah yang ikut workshop dipersiapkan untuk mengikuti lomba rintisan sekolah berseri, berseri dan adiwiyata Kabupaten Pamekasan 2017. Masing-masing sekolah mendelegasikan dua peserta khususnya kepala sekolah dan tenaga pelaksanaan workshop aplikasi data macro excel sekolah Adiwiyata 2017.

Sehubungan dengan program ini, ada sekolah yang  berhasil meraih penghargaan nasional yakni SMPN 1 Larangan dan SMPN 1 Pademawu. Khusus SMPN 1 Larangan saat ini sedang mengikuti program sekolah Adiwiyata mandiri bersama 10 sekolah  yang jadi binaannya. Sedangkan yang sedang dipersiapkan ke tingkat nasional 2017 adalah 4 sekolah yaitu; SDN Kowel III, SMPN  Larangan, MTsN Parteker, dan SMAN 4 Pamekasan.

“Tujuan workshop ini memberikan pemahaman dan keterampilan bagi  tim adiwiyata sekolah dalam mengaplikasikan data Macro Excel. Selain itu, ini dapat menumbuhkan dan mengembangkan budaya peduli lingkungan dan mengubah perilaku disharmonisasi terhadap lingkungan. Yang ketiga, menambahkan kecintaan terhadap lingkungan yang sehat dan asri,” jelas Jabir.

Sementara itu, Bupati Pamekasan H Achmad Syafii dalam sambutannya yang diwakili oleh Asisten Pemerintah dan Kesra, Muhammad Alwi, sangat mengapresiasi kegiatan workshop ini.

“Mengawali sambutan ini, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada DLH atas penyelenggaraan kegiatan ini. Saya nilai, kegiatan ini sangat strategis dalam upaya mendorong dan mempercepat kepedulian masyarakat khususnya generasi muda kita terhadap lingkungan sejak usia sekolah,” ucap Muhammad Alwi.(mas)