Cegah TBC, Dinkes Jatim Siapkan 960 Puskesmas

ilustrasi

ilustrasi

SURABAYA (global-news.co.id)–Dalam rangka memperkuat jejaring layanan TBC dan penemuan aktif berbasis keluarga, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur menyediakan fasilitas layanan kesehatan yang sudah menerapkan strategi DOTS (Directly Observe Treatment Shortcourse) 100 persen.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan Dinkes Jatim, drg Ansarul Fahrudda menyatakan saat ini sudah sebanyak 960 puskesmas yang sudah menerapkan strategi DOTS 100 persen. Bukan hanya itu, juga ada rumah sakit dengan DOTS sebanyak 116, jumlah layanan TBC kebal obat sebanyak 8 rumah sakit dan 24 unit laboratorium mikroskopis uji mutu tersebar di sejumlah kabupaten/kota di seluruh wilayah Jawa Timur.

Lebih lanjut, Ansarul mengungkapkan, kabupaten/kota diharapkan untuk menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) pengendalian TBC sebagai acuan dalam koordinasi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi pengendalian TBC.

Hal ini diungkapkan berkait dengan peringatan Hari Tubercolosis (TBC) sedunia diperingati tiap tanggal 24 Maret 2017.

Berkait ini Dinkes Jatim juga menggelar sejumlah kegiatan yang bertujuan memberikan edukasi dan sosialisasi pada masyarakat terkait penyakit TBC.

“Agenda sudah dimulai sejak awal Maret, misalnya Gerakan Ketuk Pintu pada masyarakat yang melibatkan PW Aisyiah Jawa Timur, Talkshow TBC di Car Free Day Taman Bungkul, Jambore Kader TBC se-Jawa Timur dan kampanye melalui media massa,” kata Ansarul.

Ia menjelaskan Gerakan Ketuk Pintu merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hari TBC Sedunia yang dilaksanakan di tingkat Kabupaten/Kota, 6 – 24 Maret 2017.

Kegiatan tersebut berupa mengunjungi rumah warga oleh kader TBC. Tujuannya, untuk memberikan edukasi dan melakukan skrining untuk menemukan serta merujuk orang terduga TBC untuk memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan.

Sesuai dengan tema Hari TBS sedunia “Gerakan Masyarakat Menuju Indonesia Bebas TBC melalui Aksi Temukan Tuberkulosis Sampai Sembuh (TOSS) di Keluarga”, maka semangat membantu pasien TBC diharapkan terus tumbuh di tengah-tengah masyarakat. “Partisipasi masyarakat dinilai memiliki kontribusi positif untuk menekan angka penyebaran TBC,” tandasnya.

Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun lalu mencanangkan gerakan ‘Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberculosis’ (TOSS TBC).

Sosialisasi TOSS TBC dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit TBC di Indonesia. Apalagi, TBC tergolong penyakit yang sangat mudah menular. (ins/faz)