Bahas ‘Madura Menuju Provinsi’, Bupati Syafii Ajak Maksimalkan Peran Kabupaten jika Belum Layak

 

GN/Masdawi Dahlan Bupati Achmad Syafii memberikan cinderamata pada para pemateri seminar.

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Bupati Pamekasan Achmad Syafii mengajak semua kabupaten di Madura untuk memaksimalkan keberadaannya jika nantinya Madura tidak memungkinkan untuk menjadi provinsi.

Ajakan itu disampikan Syafii saat memberi sambutan dalam acara pembukaan seminar nasional Madura Menuju  Provinsi yang dilaksankan di Pendapa Ronggosukowati Pamekasan, Sabtu (11/3/2017) malam.

“Jika misalnya nanti Madura dari berbagai aspek dinilai belum layak untuk menjadi provinsi, maka tidak perlu putus asa maka diperlukan upaya kuat untuk memperkuat dan memaksimalkan peran dan fungsi empat kabupaten yang ada di Madura dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” ajaknya.

Syafii sendiri mengaku pihaknya menjadi tuan rumah dari seminar nasional Madura menuju Provinsi itu sebagai bagian dari kepedulian dan kontribusi dari Pemkab Pamekasan  atas wacana tentang perlunya Provinsi Madura yang selama ini sudah cukup lama mengemuka ke publik luas. Karena itu dia mengajak semua peserta seminar untuk memanfaatkan seminar itu secara maksimal.

“Diharapkan dengan seminar ini nanti akan ada pemikiran yang objektif tentang pantas atau tidaknya Madura menjadi Provinsi. Dengan melibatkan banyak pembicara dari berbagai bidang keahlian, maka nanti hasil seminar ini akan memperjelas tentang  arah dan kebijakan yang tepat untuk menjadikan Madura sebagai provinsi,” katanya.

Seminar nasional yang digelar  selama dua hari itu dibuka oleh Kepala Bakorwil IV Pamekasan Dr Ahzar MSi, mewakili Gubernur Jawa Timur yang berhalangan hadir. Dalam acara pembukaan itu selain peserta seminar yang diundang, juga hadir para alim ulama tokoh masyarakat, para bupati dan Forkopimda se-Madura. Utusan perguruan tinggi, ormas keagamaan pondok pesantren, pengusaha dan mahasiswa..

Gubernur Jawa Timur dalam sambutannya yang dibacakan Dr Azhar menegaskan tujuan menjadikan Madura menjadi provinsi jika didasari oleh keinginan untuk meningkatkan kesejahteran masyarakat dan ditunjang dengan kelengkapan berbagai pensyaratan adalah hal yang mulia dan sangat tepat. Karena itu dia mengajak masyarakat untuk bijaksana dalam menyikapi wacana tentang perlunya Madura jadi provinsi.

Seminar ini menghadirkan empat pembicara antara lain Drs Zafrizal ZA dari Kementrian Dalam Negeri, yang membawa materi sudut pandang kebijakan pemekaran daerah,  Prof Dr Mahfud MD meninjau dari aspek hukum tata negara, Prof Dr Didik Junaidi Rachbini yang menilai peluang dari aspek ekonomi,  dan Prof Dr Siti Zuhro, yang melihat dari aspek sosial politik. (mas/*)