Selama 2016, Terjadi 7.071 Kecelakaan Kerja di Jawa Timur

GN/Istimewa Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf dan Kadisnaker Jatim Sukardo mengikuti kegiatan jalan sehat dalam rangka memperingati bulan bakti K3 di kantor Disnaker Jatim, Jumat (10/2/2017).

GN/Istimewa
Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf dan Kadisnaker Jatim Sukardo mengikuti kegiatan jalan sehat dalam rangka memperingati bulan bakti K3 di kantor Disnaker Jatim, Jumat (10/2/2017).

SURABAYA (global-news.co.id)-Selama tahun 2016, jumlah kecelakaan kerja di Jawa Timur terjadi sebanyak 7.017 kali. Terkait hal ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap perusahaan-perusahaan yang berada di wilayahnya agar lebih peduli dan mengutamakan keselamatan kerja para karyawannya dengan memberlakukan prosedur standar operasi yang baik.

“Keselamatan kerja menjadi yang utama dan manajemen wajib menerapkannya,” ujar Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf di sela kegiatan jalan sehat dalam rangka memperingati bulan bakti Keselamatan dan Kesehatan Kerja di halaman kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim di Surabaya, Jumat (10/2/2017).

Berdasarkan data yang dimiliki Pemprov Jatim, dari 7.017 kali kecelakaan kerja, 95 orang di antaranya meninggal dunia, 37 orang mengalami cacat, 670 orang sementara tidak bekerja, dan 6.215 orang sudah sembuh.

Wakil gubernur yang akrab disapa Gus Ipul ini berharap setiap tahun jumlah kecelakaan kerja semakin menurun karena semakin banyak perusahaan yang mempedulikan keselamatan kerja.

“Semoga tahun ini perusahaan yang memperhatikan keselamatan kerja semakin bertambah dan terbukti nihil kecelekaan,” harapnya.

Terhadap perusahaan yang menerapkan sistem nihil kecelakaan, kata dia, akan diberikan penghargaan berupa apresiasi oleh pemerintah.  “Saat ini sekitar 300 perusahaan yang sudah menerima penghargaan tersebut, padahal jumlahnya mencapai 38 ribuan. Ke depan harus semakin banyak,” kata orang nomor dua di Pemprov Jatim tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim Sukardo mengaku pihaknya bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan serikat pekerja untuk menekan angka kecelakaan kerja dan mewujudkan target nihil kecelakaan.

Mantan Sekretaris DPRD jatim tersebut menjelaskan slah satu wujud kepeduliaan keselamatan kerja yaitu dengan mengikutkan karyawan pada asuransi, salah satunya kerja sama dengan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

“Apabila terjadi kecelakaan baik saat di tempat kerja, maupun di jalan saat berangkat dan pulang bekerja akan bisa dibiayai oleh asuransi,” katanya. (ant)