Prabowo–Mega Siapkan Strategi Lagi

GN/Istimewa Pasangan calon Gubernur nomor 2 Basuki Tjahya Purna-Jarot Saiful Hidayat dan pasangan Calon Gubernur Nomor 3 Anies Baswedan- Sandiaga Uno diperkirakan akan kembali berduel dalam putaran kedua Pilkada Gubernur DKI Jakarta.

GN/Istimewa
Pasangan calon Gubernur nomor 2 Basuki Tjahya Purna-Jarot Saiful Hidayat dan pasangan Calon Gubernur Nomor 3 Anies Baswedan- Sandiaga Uno diperkirakan akan kembali berduel dalam putaran kedua Pilkada Gubernur DKI Jakarta.

ANIES TANTANG AHOK DI PUTARAN II

JAKARTA (GN) – Pilkada DKI Jakarta dipastikan berlangsung dua putaran yang akan diikuti pasangan cagub-cawagub Basuki Tjahaja Purnama  –  Djarot Syaiful Hidayat (Ahok-Djarot) dan  Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno (Anies-Sandi). Hal itu sesuai hasil hitung cepat atau quick count sejumlah lembaga survei yang digelar Rabu 15 Februari 2016. Sementara pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni gagal masuk putaran II.

Hingga pukul 18.15 WIB quick count Pilgub DKI selesai dengan kemenangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat. Versi Lingkaran Survei Indonesia dengan data masuk 100%, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat mendapat 43,2%, Anies Baswedan-Sandiaga Uno 39,9%, dan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni hanya 16,9%.

Versi SMRC, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni 16,7%, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat 43,1%, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno 40,2%, dengan data masuk mencapai 99%. Sedang versi Polmark Indonesia, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni mendapat suara 19,1%, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat 41,2%, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno 39,7% suara, dengan data masuk 99,25%.

Sementara Litbang Kompas mencatat Agus Harimurti YudhoyonoSylviana Murni: 17,37 persen, Basuki Tjahaja PurnamaDjarot Syaiful Hidayat: 42,87 persen, dan Anies BaswedanSandiaga Uno: 39,76 persen. Dan Cyrus Network melaporkan hasil perolehan suara Agus Harimurti YudhoyonoSylviana Murni 17 persen, Basuki Tjahaja PurnamaDjarot Syaiful Hidayat 43,9 persen, dan Anies BaswedanSandiaga Uno 39,2 persen.

Para pendukung Anies-Sandi pun langsung bergembira menyambut hasil pilkada ini. Apalagi Anies-Sandi hampir saja bisa mengalahkan petahana Ahok-Djarot. Padahal, Anies – Sandi disebut-sebut pasangan PAHE, alias paket hemat, bila dibandingkan dengan petahana Ahok-Djarot.

Untuk itu, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mengaku sangat senang dengan hasil pilkada DKI tersebut. Dia pun mengaku sudah menyiapkan strategi khusus untuk memenangkan pasangan calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, jika masuk putaran kedua.

“Insya Allah sudah siap,” ujar Prabowo saat ditemui di Kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Gerindra, di Jakarta Selatan, Rabu 15 Februari 2017.

Namun Prabowo akan melihat lebih dulu hasil perolehan suara Anies-Sandi pada pilkada putaran pertama. Meski demikian dia tak menutup kemungkinan pemilihan hanya berlangsung satu putaran. “Siapa tahu kalau ada kejutan, hanya satu putaran,” ucapnya.

Dia mengaku bangga dengan perolehan exit poll Partai Keadilan Sejahtera yang mengunggulkan Anies-Sandi. Tapi, dia melanjutkan, pihaknya tidak boleh lengah. “Tidak boleh euforia, tidak boleh sombong,” katanya.

Menurut Prabowo, tren elektabilitas Anies-Sandi saat ini sudah bagus. Ia optimistis pasangan nomor tiga itu dapat meraih perolehan suara di semua wilayah Jakarta. Sebab, partai pengusung Anies-Sandi melihat adanya keinginan rakyat Indonesia untuk keadilan.

Prabowo menyebut pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, termasuk pasangan pahe atau paket hemat. “Dari tiga pasangan kira-kira Anies-Sandi termasuk pasangan PAHE. Setengah mati. Tapi alhamdulillah kami buktikan bahwa nilai-nilai kebajikan, akhlak, rasa kebenaran itu masih ditangkap dan diharapkan rakyat Indonesia,” kata Prabowo dalam konferensi pers di Aula Kantor DPP Partai Gerindra, di Jakarta Selatan, Rabu, 15 Februari 2017.

Prabowo mengatakan hari pencoblosan ini dinanti-nanti dengan penuh ketegangan. Ia melihat adanya kebangkitan dari gerakan rakyat karena pilkada DKI kali ini menjadi sebuah simbol pertarungan.

“Antara yang ingin memperjuangkan keadilan, kebenaran, kejujuran dan yang ingin membuktikan bahwa uang bisa menjajah seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Prabowo menuturkan, rakyat Jakarta akan mendapatkan kedamaian, kesejukan dan kemajuan di hari-hari yang akan datang. Menurut dia, hanya keadilan yang bisa memberikan perdamaian dan kesejukan.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Sohibul Iman, menambahkan, proses demokrasi sejauh ini telah berjalan baik dan tertib. Tahapan pertama pilkada, kata dia, telah usai dan akan menyongsong putaran kedua.

Ia berharap tidak ada pihak yang menghancurkan sendi demokrasi ketika mencapai kemenangan. “Hukum tegakkan seadilnya, tidak boleh diintervensi, dan diperalat untuk mencapai kemenangan. Mudah-mudahan kami punya komitmen sama. Kami berkompetisi di pilkada tapi bersaudara dengan rakyat Jakarta,” kata Sohibul.

Di sisi lain, calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, bahwa pemungutan suara merupakan amanat yang besar. Karena itu, buat Anies, persentase perolehan suara bukan sekedar suara tapi juga kepercayaan. Menurut dia, proses pilkada masih panjang. Sehingga, ia mengharapkan agar prosesnya bisa tuntas secepat mungkin dan menyiapkan langkah selanjutnya.

“Kami percaya demokrasi di Indonesia, khususnya di Jakarta akan berjalan baik dan insya Allah makin menunjukkan pada dunia bahwa di Indonesia, negeri berkembang, kematangan demokrasi bisa menjadi contoh dunia,” ujarnya.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan exit poll pilkada DKI Jakarta bekerja sama dengan PolMark. Exit poll digelar hingga menjelang pukul 13.00 WIB. Hasil exit poll itu menunjukkan duet pasangan cagub-cawagub Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul dibanding dua pesaingnya. Dengan tingkat dukungan mencapai 39,86 persen, duet yang diusung koalisi Gerindra dan PKS itu mengungguli pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama-Djarot S. Hidayat dan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni.

Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan, berdasar exit poll itu maka duet Agus-Sylvi memperoleh dukungan 28,24 persen. “Paslon nomor dua (Basuki-Djarot, Red.) mendapatkan 32,06 persen, pasangan ketiga (Anies-Sandi, Red.) mendapatkan angka 39, 86 persen,” tutur Sohibul di DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu Jakarta Selatan, Rabu (15/2).

Sohibul mengatakan, exit poll PKS dilakukan di 400 tempat pemungutan suara (TPS). Sedangkan sampelnya ada 800 pemilih. Sohibul menegaskan, tim pemenangan Anies-Sandi akan menghitung quick count dan data riil berbasis formulir C1 di TPS. PKS juga akan memantau hasil quick count oleh berbagai lembaga survei. “Pengumuman quick count dari lembaga mana pun memiliki nilai baik sebagai alat kontrol untuk mengukur hasil akhir apakah ada kecurangan atau tidak,” pungkasnya.

Di tempat yang sama Anies juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh tim pemenangan dan relawan. Meski angka exit poll tinggi, ia mengimbau seluruh tim harus tetap bekerja keras menjaga TPS. Ia meminta agar penghitungan suara berjalan baik, benar dan tuntas sampai ada hasil yang resmi dari KPU. “Mari jaga agar berhenti kerja bukan karena lelah tapi karena memang sudah selesai,” kata Anies.

 

Perintah Megawati

Di tempat terpisah, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menanggapi hasil quick count Pilgub DKI, langsung meminta kader PDIP untuk mengawal dan mengamankan suara untuk mengantisipasi putaran kedua. “Meski kita masih menunggu rekapitulasi manual, saya sudah perintahkan anggota, kader partai dan saksi-saksi partai untuk benar-benar mengawal dan mengamankan suara rakyat kalau sekiranya dinyatakan sampai putaran kedua,” ujar Megawati dalam konferensi pers di kediamannya di Kebagusan, Jaksel, Rabu (15/2/2017). Mega dalam kesempatan ini mengutip angka hitung cepat yang memastikan pasangan yang diusung PDIP, Basuki T Purnama (Djarot)-Djarot, unggul.

“Alhamdulillah berdasarkan perhitungan cepat, pasangan Pak Ahok dan Pak Djarot memperoleh suara tertinggi sebesar 43,5 persen,” ujar Mega.

Namun Mega mengingatkan angka tersebut belum cukup. Karena menurut aturan yang ada, untuk dapat menang di Pilgub DKI harus mengantongi minimal angka 50 persen suara plus satu. “Seperti apa yang saya sampaikan pada saat kampanye,” ujar Mega.

Sedang Ahok mengaku tidak memikirkan strategi jika Pilkada DKI Jakarta berlangsung 2 putaran. Dia hanya fokus untuk bekerja. “Saya orang kerja nggak pikir strategi. Kalau strategi urusan partai politik dan tim pemenangan. Saya maunya kerja saja,” kata Ahok di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Rabu (15/2/2017).

Ahok juga meyakini Pilkada akan berlangsung dua putaran. Hal itu berdasarkan dari hasil real count dan quick count yang dilihatnya.

“Kalau lihat dari real count, quick count kayaknya nggak ada pasangan yang berhasil raih 50 persen plus. Biasanya kalau real count kan sudah pasti,” ujarnya.

Ahok hadir ke Hotel Fairmont untuk melihat acara real count yang digelar Partai Golkar. Dia menyebut hal ini sebagai bentuk nyata bahwa Partai Golkar tidak mendukung calon berdasarkan kekayaan.

“Golkar selalu bilang suara Golkar suara rakyat, ini yang dibuktikan hari ini. Kami tidak buat real count, kami tidak bayar konsultan karena partai sudah membiayai, bekerja habis-habisan,” ujar Ahok.

Dalam putaran kedua, ada analisis, kubu Agus – Silvi, akan merapat mendukung Anies – Sandi. Hal ini bisa dimaklumi sebab selama ini dalam pilkada DKI, terkesan pertarungan hanya terjadi antara Ahok yang didukung partai penguasa melawan Agus yang didukung partai besutan mantan presiden SBY. Dalam pertarungan ini, Anies – Sandi yang disebut Prabowo pasangan pahe alias paket hemat mendapat berkah sehingga perolehan suaranya melejit mengejar pasangan Ahok-Djarot.

“Kalau nanti Ahok bikin blunder lagi, seperti dua blunder kemarin, dipastikan dia akan kalah dengan Anies-Sandi. Karena itu kita selalu mengingatkan agar Ahok lebih berhati-hati,” kata seorang anggota DPR dari partai koalisi pendukung Ahok-Djarot, Rabu malam.

Lalu apakah pengusung Agus akan gabung ke salah satu dari dua pasangan calon lainnya?  “Terlalu dini. Kita tunggu saja perkembangan. Kalau kita komen untuk hal yang belum clear, kalau ada orang lain gimana-gimana. Itu kan orang lain,” ungkap Jubir Partai Demokrat, Ramadhan Pohan,  di posko pemenangan Agus-Sylvi, Wisma Proklamasi, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2017).

Meski begitu, Partai Demokrat sebagai pengusung Agus-Sylvi, enggan berbicara kemungkinan sikapnya ke depan untuk Pilgub DKI jika pasangan nomor urut satu itu kalah. Pohan menyatakan pihaknya masih menunggu hasil penghitungan internal mereka.

“Masih di atas (perhitungan internal), masih dalam perhitungan, internal, real countnya. Biar dihitung dengan tenang dulu lah. Kita belum bisa bilang apa-apa juga,” ujarnya.

Pohan juga tidak mau memberi kisi-kisi soal hasil sementara dari real count yang dilakukan partainya. Saat ini Demokrat ingin fokus dengan proses real count versi mereka, termasuk untuk 100 daerah lain yang melaksanakan pilkada.

“Masih berlangsung. Nantilah kita lihat. Perkembangannya tunggu saja,” kata Pohan.

Ketika ditegaskan kembali arah partainya akan condong ke Ahok atau Anies jika Agus-Sylvi benar-benar kalah, Pohan lagi-lagi enggan berkomentar jauh. “Belum lah, belum masuk ke tahap itu. Jangan mendahului kejadian,” tukas dia.

Lantas apakah itu berarti PD masih optimis Agus-Sylvi akan masuk ke putaran kedua? “Kita nggak dalam posisi optimis-pesimis, ini masih berlangsung lah. Masih dihitung,” jawab Pohan. * det/hud