Pasca Gelombang Laut Pasang, Harga Ikan Mulai Normal

Penjual ikan laut di TPI Pasar Desa Kradenan, Kecamatan Palang Tuban. (GN/Huda)

Penjual ikan laut di TPI Pasar Desa Kradenan, Kecamatan Palang Tuban. (GN/Huda)

TUBAN (global-news.co.id) – Pasca gelombang laut pasang dan cuaca ekstrem beberapa hari terakhir di kawasan wilayah pantai Tuban, kini nelayan mulai melaut untuk mencari ikan sebagai mata pencaharian utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan pantauan reporter global-news.co.id, Senin (13/02) di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasar Desa Kradenan, Kecamatan Palang Tuban, beberapa nelayan sudah mulai normal menjajakan ikan laut hasil tangkapannya.

Seperti yang disampaikan Arif Gibran, salah satu nelayan setempat. Dia mengakui baru berani melaut pasca ada imbauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jatim 7 Februari 2017 lalu, yang menyatakan gelombang laut pasang terutama di wilayah Jatim bagian Utara (Tuban, Lamongan, Bojonegoro, Gresik, Mojokerto, Jombang dan Mojokerto).

“Nelayan di sini baru berani melaut kemarin, setelah libur sekitar 10 hari, dan hasil tangkapannya sudah mulai normal kembali,” ujar Arif.

Meski demikian, harga ikan laut masih belum stabil sehingga beberapa hari kemarin harga ikan mahal disebabkan stok yang minim. Seperti yang disampaikan salah satu penjual ikan di pasar setempat, Siti Khotimah. Menurutnya untuk harga ikan cumi-cumi Rp 60 ribu dari harga normal Rp 50 ribu dan rajungan Rp 50 ribu dari harga normal Rp 40 ribu.

“Selain itu harganya normal, seperti ikan tetet Rp 10–15 ribu, ikan sumbal Rp 30 ribu, ikan kembung Rp 20 ribu, ikan pari Rp 25 ribu, dan ikan manyung Rp 25–40 ribu tergantung ukuran besar kecilnya ikan,” jelas Khotimah.

Dia berharap, agar cuaca ekstrem beberapa hari terakhir segera normal kembali, nelayan bisa melaut dengan tenang, stok para penjual ikan juga melimpah, sehingga Tuban yang dikenal dengan panjang pesisir pantainya hingga 65 kilo meter dapat mensejahterakan kehidupan para nelayan.(hud)