Ketika Eks Petinggi Facebook dan Bos AppSocially Berbagi Ilmu

 

GN Eks Petinggi Facebook Sacha Tueni dan Bos AppSocially Yusuke Takahashi berbagi ilmu bisnis start up di PENS, awal pekan ini.

GN
Eks Petinggi Facebook Sacha Tueni dan Bos AppSocially Yusuke Takahashi berbagi ilmu bisnis start up di PENS, awal pekan ini.

SURABAYA (global-news.co.id)-Kesempatan bertemu dan berbincang langsung dengan salah satu petinggi media sosial Facebook Sacha Tueni sangat jarang bisa dilakukan. Begitu kesempatan seperti peribahasa pucuk dicinta ulam pun tiba, peluang tersebut tidak dibuang begitu saja.

Bagi Surya Adi, pemilik bisnis printer 3D, diskusi dan talkshow “Start-up Business Development” yang digelar Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) membuat wawasannya semakin bertambah.

“Talkshownya menarik dan senang bisa hadir,” ujar Surya Adi di sela kegiatan, Selasa (21/2/2017). “Selain mendapatkan wawasan dan dapat berbagi pengalaman, dapat bertemu dengan beberapa kawan start-upper,” lanjut pemilik bisnis printer 3D ini.

Para start upper kebanyakan berasal dari Surabaya dan sekitarnya, tampak begitu antusias mengikuti. Bahkan, beberapa start-upper sempat mengenalkan produknya, meski hanya dalam wujud brosur.

Sacha Tueni, mantan petinggi di Facebook, sendiri banyak memberikan insight sebagai sosok yang berpengalaman di dunia bisnis start up.

Menurut pria berjambang tebal ini, dalam membangun bisnis bagi pemula sangat dibutuhkan tidak hanya ilmu tapi juga keberanian dalam bertindak, bahkan menjadi berbeda.

Sekadar diketahui, Sacha Tueni telah melanglang buana setelah hengkang dari Facebook dan membuka usaha baru.

Sebagai seorang start upper, pria yang memiliki ketertarikan di bidang virtual reality ini menceritakan pengalamannya ketika membangun bisnis. “It’s always about resources and money (Bisnis selalu terkait sumber daya dan uang),” kata Sacha  di hadapan sekitar 150an start uppr dari kelompok mahasiswa dan masyarakat di kampus PENS.

Menurut Sacha, semua hambatan merupakan sebuah kesempatan untuk perkembangan bisnis. Akan ada banyak ide, banyak alternatif dan itu tidak akan ada ketika tidak ada hambatan. “People like us will become more creative, and that is the real technopreneur. So don’t be afraid (Orang seperti kita akan semakin kreatif, dan itulah tekhnoprenuer sesungguhnya. Jadi jangan pernah takut),” imbuhnya.

Hadir juga dalam diskusi tersebut, Yusuke Takahashi. Penggagas AppSocially ini sangat mendukung bermunculannya start upper.

Bagi Takahashi Indonesia merupakan market yang potensial, dan itu jadi lingkungan yang kondusif bagi berkembangnya start-upper. “There are markets and open sources. All that you need is passion (Ada banyak pasar dan sumber-sumber terbuka),” ujar pria keturunan Jepang ini.

“No passion then you’ll end, your product also. It’s like a circle of life (Tak ada kegairahan, kalian pasti habis, produk kalian juga tentunya. Ini seperti lingkaran kehidupan),” terang Takahashi.

Ia berpesan bagi start-upper yang telah memiliki produk dan mulai berkembang, agar tidak berhenti dan cukup puas di satu titik. Karena semua ada masanya dan teknologi pun berkembang, begitu pula produk.(nda)