Jumlah Pengangguran di Jatim Masih di Atas 800 Ribu

Wagub Jatim, Saifullah Yusuf membuka acara Gelar Penganugerahan Ketenagakerjaan dan Job Market Fair 2017 di Jatim Expo, Surabaya, Selasa (21/2).

Wagub Jatim, Saifullah Yusuf membuka acara Gelar Penganugerahan Ketenagakerjaan dan Job Market Fair 2017 di Jatim Expo, Surabaya, Selasa (21/2).

SURABAYA (global-news.co.id) – Jumlah pengangguran di Jawa Timur tercatat 800 ribu orang lebih. Pada 2016 sebanyak 839.280 orang atau mengalami penurunan 4,21 persen dari 2015 sebanyak 906.904 orang.

“Tidak mungkin menurun langsung drastis, jadi penurunannya bertahap, setiap tahun terus menurun,” kata Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul  usai acara Anugerah Ketenagakerjaan di JX Internasional, Surabaya, Selasa (21/2).

Di sisi lain, jumlah tenaga kerja di Jatim sebanyak 3.054.461 orang dengan rincian 3.049.947 orang merupakan WNI, dan 4.514 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) berstatus legal/resmi. Jumlah pekerja ini tidak sebanding lurus dengan jumlah warga Jatim sekitar 39 juta jiwa.

“Karena itu, kami (Pemprov, red) menggelar job fair untuk mengurangi pengangguran,” kata Gus Ipul.

Untuk mengurangi jumlah pengangguran, lanjutnya, Pemprov Jatim melalui Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) berkomitmen melaksanakan pemagangan setiap tahun. Selain itu, melakukan peningkatan kompetensi dan keahlian para pencari kerja melalui Balai Latihan Kerja dan SMK plus.

“Tahun ini targetnya 28 ribu orang bisa dilatih Pemprov dan Pemkab/kota melalui BLK ini. Selain itu, kita juga terus dorong sertifikasi untuk pekerja yang berstandar internasional,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan (Kadisnakertransduk) Jatim, Sukardo menuturkan banyaknya pengangguran ini sebagian besar lulusan SMA/setingkat yang ingin melanjutkan kuliah tapi tak memiliki biaya.

Namun, Sukardo belum bisa menjelaskan berapa jumlah pengangguran yang baru lulus kuliah. “Tapi memang sebagian besar sudah lulus kuliah, tapi belum dapat kerja. Sehingga menambah jumlah pengangguran,” katanya.

Sukardo mengajak pengangguran yang memiliki keterampilan untuk memanfaatkan program pemerintah yang menyediakan pelatihan keterampilan, serta ikut serta dalam acara job fair.

“Ada juga program pemerintah yang menyediakan kredit modal usaha dengan bunga murah. Jadi, itu semua adalah upaya pemprov untuk mengurangi pengangguran,” tandasnya.(rdl)