Garda Bangsa Dukung Polri Gandeng Ulama Jaga NKRI

Kabil Mubarok bersama Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, seluruh anggota Komando Garda Bangsa di 38 daerah siap dikerahkan untuk menguatkan upaya Polri dalam menjaga kondusifitas di Jatim.

Kabil Mubarok bersama Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, seluruh anggota Komando Garda Bangsa di 38 daerah siap dikerahkan untuk menguatkan upaya Polri dalam menjaga kondusifitas di Jatim.

SURABAYA (global-news.co.id) – Garda Bangsa Jatim menyesalkan upaya adu domba umat Islam yang akhir-akhir terjadi di seluruh wilayah di tanah air.

Dipicu kasus penistaan agama yang mencuat di DKI Jakarta, akhirnya merembet ke persoalan posisi peran ulama di Indonesia. Saling hujat pun terjadi tidak hanya di media sosial tapi juga di media massa.

Ketua DKW Garda Bangsa Jawa Timur, Kabil Mubarok mengaku mendukung sepenuhnya langkah Polda Jatim dalam merangkul ulama untuk menjaga kondusifitas di Jatim. Terlebih di Jatim terdapat ribuan pondok pesantren yang tersebar di seluruh kota dan kabupaten.

“Kami siap kawal (Polri), apalagi ini menyangkut keutuhan NKRI dan Ulama. Jawa Timur harus aman,” ungkap Kabil, Selasa (7/2).

Menurut Kabil, itikad baik Polri dalam menjaga kondusifitas dari upaya mengoyak NKRI harus didukung semua pihak. Terlebih Garda Bangsa merupakan OKP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang notabene dilahirkan para kiai dari Nahdlatul Ulama (NU).

“Jangan berpikir macam-macam soal kedekatan Polri dengan ulama karena langkah itu wajar. Tentunya akan lebih baik jika semua elemen masyarakat ikut berperan positif,” tegas wakil ketua Komisi B DPRD Jatim itu.

Menurut Kabil, untuk menguatkan upaya Polri dalam menjaga kondusifitas di Jawa Timur, seluruh anggota Komando Garda Bangsa (KGB) di 38 daerah siap dikerahkan. Mereka akan melakukan koordinasi dengan jajaran kepolisian di masing-masing tingkatan, terutama memetakan kondisi daerah yang rawan konflik sosial.

“Kita akan bergandengan dengan Polri untuk menjaga marwah ulama khususnya di Jatim. Jangankan 24 jam, 30 jam pun kita siap,” pungkasnya.(rdl)