Bupati Syafii Resmikan Pasar Petedan Galis

GN/Masdawi Dahlan Ani Syafii, istri Bupati Achmad Syafii, Senin (27/2/2017), menggunting pita tanda diresmikannya pasar Petedan, Desa Galis.

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Bupati Pamekasan Achmad Syafii, Senin (27/2/2017) meresmikan penggunaan Pasar Petedan Desa Galis Kecamatan Galis. Pasar yang dibangun di atas lahan seluas 1000 meter persegi ini dibangun atas bantuan Kementrian Koperasi dan UKM melalui dana pengembangan pasar dengan dana sekitar Rp 800 juta.

Hadir dalam peresmian Pasar Petedan ini anggota Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Pamekasan, para pimpinan SKPD di lingkungan pemkab setempat, para tokoh masyarakat, ulama  dan para undangan umum lainnya yang terdiri dari masyarakat dan warga di Desa Galis Kecamatan Galis.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Drs Ec Jon Yuliyanto menegaskan, program pengembangan pasar dari Kementrian Koperasi dan UKM telah berjalan sejak 2008. Hingga kini Pemkab Pamekasan telah mendapat bantuan sekitar 6 pasar desa. Semuanya dibangun di desa yang benar benar membutuhkan.

Jon Yuliyanto menegaskan, dari pembangunan pasar desa yang dibangun atas bantuan Kementarian Koperasi dan UKM tersebut, diketahui pasar desa yang dibangun di Pamekasan mendapatkan pujian dan apresiasi yang sangat tinggi dari tim pengawas atau pemantau dari Kementrian Koperasi dan UKM Jakarta.

“Alhamdulillah dari hasil evaluasi yang dilakukan tim kementrian, pasar yang kita bangun mendapat apresiasi baik dari aspek kualitas maupun kuantitas bangunan fisiknya. Khusus untuk pasar Petedan ini misalnya, Alhamdulillah bisa menjadi 8 unit pertokoan dan 16 kios yang sangat representatif,” terangnya.

Bupati Achmad Syafii dalam sambutannya menekankan agar pembangunan pasar ini benar benar dimanfaatkan dengan baik. Tujuannya agar keberadaannya dapat membawa manfaat yang besar bagi masyarakat. Ia melihat peluang peningkatan ekonomi yang sangat bagus ke depan di desa tersebut.

“Saya melihat akan ada efek ekonomi yang akan mengalir, dengan pasar ini, ada ikutan tumbuh aspek ekonomi lainnya. Kawasan sekitar pasar akan tumbuh perekonomiannya dan jalan di sini akan ramai dengan dinamika lalu lintas. Nah ini kekuatan ekonomi yang akan terjadi,” katanya.

Karena itu, dia meminta agar pengelola pasar nanti benar benar menjaga ketertiban pengguna dan pedagang yang ada di pasar ini. Sebab jika tidak maka pasar akan menjadi beban bagi masyarakat. “Harus dijaga ketertiban kios dan tempat pedagangnya. Jangan sampai ada yang jualan di luar tempat yang disediakan agar tidak kumuh dan kacau,” pintanya.

Dia menyambut baik atas ditetapkannya koperasi desa yang akan bekerjasama dengan pemerintahan desa dalam mengelola pasar Desa Petedan tersebut. “Pokoknya saya berharap nanti pasar ini nanti akan menjadi pasar desa percontohan, apa lagi   yang mengelola koperasi dan pemerintahan desa, ini bagus untuk kepentingan ke depan,” pungkasnya. (mas/*)