Batuk? Stop Dulu Susu dan Kopi!

Kopi batukPada musim hujan seperti saat sekarang ini selalu identik salah satunya dengan penyakit batuk. Banyak yang menganjurkan kalau sudah terkena batuk, sebaiknya tidak memakan goreng-gorengan atau minuman dingin. Namun faktanya bukan hanya jenis makanan itu saja yang tidak dianjurkan ketika seseorang sedang batuk.  Apa saja makanan tersebut?    

Makanan pemicu alergi

Makanan yang bisa memicu alergi bisa menyebabkan batuk menjadi lebih parah. Beberapa orang yang menderita alergi bisa mengalami gangguan yang sensitif terhadap paru-paru sehingga batuk sulit untuk disembuhkan. Termasuk untuk orang yang menderita batuk akibat asma, sesak nafas dan mengi. Konsumsi makanan yang sedikit saja bisa membuat batuk menjadi lebih parah, sementara mengurangi atau tidak mengkonsumsi makanan pemicu alergi bisa membuat batuk berkurang. Beberapa makanan pemicu alergi seperti: kacang-kacangan, ikan, kerang, susu, telur, makanan dengan pemanis, minuman bersoda dan daging olahan.

 

Makanan olahan

Makanan dari karbohidrat atau makanan yang diolah bisa menyebabkan batuk bisa lebih parah. Ketika batuk, sistem kekebalan tubuh menurun dengan cepat. Kemudian infeksi bisa menyebar dengan cepat atau batuk menjadi lebih parah.  Sementara kekebalan tubuh berfungsi untuk menjaga agar tubuh tidak mudah sakit. Makanan olahan yang didapatkan dari sumber karbohidrat putih bisa menyebabkan tubuh menjadi lebih lemah. Beberapa makanan ini termasuk seperti roti putih dengan ragi, kentang goreng, dan pasta. Makanan ini juga bisa memicu selaput lendir menghasilkan banyak lendir sehingga batuk sulit sembuh.

 

Semua makanan yang digoreng

Ini yang paling banyak diketahui. Ketika makanan digoreng, makanan ini bisa melepaskan udara dengan proses akrolein. Proses yang terjadi pada makanan inilah yang akan menyebabkan batuk menjadi lebih parah. Akrolein juga bisa menyebabkan lendir di selaput lendir menjadi lebih banyak, sehingga kemungkinan batuk lebih sering. Makanan yang digoreng juga terlalu keras atau kasar sehingga bisa menyakiti tenggorokan. Termasuk jika menderita radang tenggorokan batuk berdahak bisa lebih menyakitkan.

 

Susu dan produk olahan susu

Semua jenis susu dan produk olahan susu sudah terbukti bisa menyebabkan kelenjar lendir bekerja dengan cepat. Hasilnya maka penumpukan lendir bisa terjadi di bagian paru-paru, tenggorokan dan juga saluran pernafasan. Jika minum susu atau mengkonsumsi produk olahan susu batuk bisa menjadi lebih buruk. Untuk batuk yang disertai dengan peradangan dan infeksi, batuk juga menjadi sulit untuk disembuhkan. Bahkan susu bisa menyebabkan kelenjar dan saluran pernafasan bekerja lebih lambat sehingga ada resiko sesak nafas mendadak.

 

Buah mengandung zat asam sitrat

Semua jenis buah yang mengandung asam sitrat memang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Namun jika dikonsumsi saat batuk bisa menyebabkan kenaikan asam hingga ke saluran pernafasan. Kondisi asam yang naik dari lambung ke saluran pernafasan bisa menyebabkan lendir menumpuk di saluran pernafasan. Dampaknya bisa lebih berat karena batuk menjadi lebih parah. Makanan ini juga bisa menghasilkan lendir yang lebih banyak sehingga bisa membuat batuk akibat asma menjadi lebih buruk. Beberapa buah yang mengandung asam sitrat dan sebaiknya tidak dimakan saat batuk adalah seperti pisang, jeruk, mangga. Buah yang mengandung air alami dalam jumlah banyak lebih baik dikonsumsi saat batuk, seperti semangka, nanas, pir, dan anggur.

 

Makanan yang didinginkan

Semua jenis makanan yang didinginkan sebaiknya juga tidak dikonsumsi saat batuk. Terlebih jika sedang flu atau terkena serangan asma. Semua jenis makanan dan minuman yang didinginkan bisa menyebabkan lapisan pada saluran pernafasan menjadi lebih kering, hasil lendir yang lebih banyak dan bisa menyebabkan oksigen tidak masuk penuh ke saluran pernafasan. Jadi sebaiknya menghindari semua jenis makanan dan minuman yang didinginkan saat batuk termasuk seperti es krim, susu dingin dan semua minuman kemasan.

 

Makanan mengandung gula pemanis dan gula putih

Semua jenis makanan yang mengandung gula pemanis dan gula putih sebaiknya juga tidak dikonsumsi saat sedang batuk. Gula bisa menyebabkan batuk sulit untuk disembuhkan dan membuat sistem kekebalan tubuh menurun dengan cepat. Bahkan gula bisa menjadi pemicu asma sehingga batuk untuk penderita asma bisa membuat sesak nafas. Gula pemanis menyebabkan resiko yang sangat buruk untuk sistem pernafasan karena memicu alergi yang lebih berat. Karena itu beberapa makanan yang mengandung gula pemanis dan gula putih dianjurkan tidak dikonsumsi saat batuk. Makanan ini termasuk seperti kue kering dan permen.

 

Keripik dan makanan kemasan

Keripik dan semua jenis makanan kemasan memang sebaiknya dihindari saat batuk. Pada dasarnya keripik dan semua makanan kemasan melewati proses pengeringan atau hanya dengan digoreng. Ketika makanan mengenai bagian tenggorokan bisa menyebabkan gatal dan tidak nyaman. Akibatnya tenggorokan menjadi sangat kering sehingga batuk menjadi lebih parah. Makanan kemasan juga mengandung bahan tambahan seperti bahan pengawet dan perasa makanan. Makanan ini bisa menyebabkan alergi yang buruk untuk sistem pernafasan.

 

Semua makanan yang mengandung kafein

Makanan terakhir yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat batu kadalah semua jenis makanan yang mengandung kafein. Kafein bisa menyebabkan selaput tenggorokan menjadi sangat kering sehingga tidak nyaman saat menelan makanan. Kemudian kafein juga bisa merangsang alergi yang buruk untuk sistem pernafasan. Bahkan akibat yang lebih buruk termasuk menghilangkan suara sehingga suara menjadi lebih serak dan juga menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan. Beberapa sumber kafein yang sangat dilarang saat batuk seperti teh, kopi, minuman yang mengandung soda dan minuman berenergi.

Makanan yang dilarang saat batuk sebaiknya memang dihindari. Meskipun Anda  batuk akibat alergi atau penyakit infeksi, namun jika mengkonsumsi makanan pemicu batuk maka batuk bisa menjadi lebih parah. Jadi pertimbangkan untuk menjaga makanan dan minuman Anda saat sedang batuk agar cepat sembuh. (ins/faz)