Warga Tionghoa Muslim di Surabaya Bagikan Angpau pada Yatim Piatu   

GN/Aziz Anak-anak yatim menerima bingkisan dan angpau dari warga Tionghoa Muslim di Surabaya

GN/Aziz
Anak-anak yatim menerima bingkisan dan angpau dari warga Tionghoa Muslim di Surabaya

SURABAYA (GN)-Warga muslim Tionghoa terutama yang aktif dalam Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) dan pengurus Yayasan Masjid Cheng Hoo Indonesia (YMCHI) di Surabaya punya cara tersendiri melestarikan tradisi Imlek. Mereka membagikan angpau, bingkisan dan peralatan sekolah kepada 130 anak yatim.

Warga Tionghoa biasanya memang merayakan Imlek dengan bagi-bagi angpau kepada anak-anak, orangtua dan sanak saudara. Namun, kali ini angpau justru dibagikan kepada para anak yatim.

Senyum sumringah terlihat di raut wajah anak-anak penerima santunan. Ketua Panitia Pelaksana, Baskoro mengatakan, ada 130 anak yatim dari panti asuhan Shohibul Yatim, warga Ngaglik RW 9 serta  Nggranting RW 1 Surabaya yang ikut dalam dalam kegiatan “Santunan dan Sholawat Bersama Anak Yatim dalam Nuansa Imlek”, Minggu (29/1/2017). “Dari Panti Shohibul Yatim ada 90 anak, anak yatim yang dari RW 9 Ngaglik ada 14 orang dan dari RW1 Nggranting ada 15 orang,” kata Baskoro.

Sebelum acara utama pembagian angpau, anak-anak yatim mengikuti lantunan shalawat Nabi Muhammad Saw dan tausyiah yang disampaikan Ustadz Hariyono Ong. Inti tausyiah yang disampaikan adalah ajakan agar memiliki empat sifat Nabi yang seharusnya menjadi teladan umat Islam yakni Shidiq (jujur), Amanah, Fathonah (cerdas), dan Tabliq (menyampaikan/pengamalan).

Seusai tausiyah, para donatur penyandang dana kegiatan tersebut secara simbolis menyerahkan santunan berupa angpau, bingkisan makanan ringan dan sepatu sekolah kepada perwakilan anak-anak yatim.

Ketua Pelaksana Harian YMCHI Ustadz Hasan Basri yang memberikan sambutan pertama kali, mengatakan, acara Imlek Tahun 2568 ini sengaja dikemas islami yakni dengan membagikan angpau kepada anak-anak yatim. “Berbagi angpau berarti berbagai rejeki, juga berbagi hoki,” ujar Ustadz Hasan Basri.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPW PITI Surabaya H. Joko Slamet mengungkapkan, dalam rangka Imlek dimanfaatkan dengan membagikan santunan kepada anak-anak yatim. “Sekaligus kami memohon doa agar agar tetap diberikan kesehatan dan keimanan,” ujar Joko Slamet.

Masih dalam kesempatan yang sama pula, H. Haryanto Satryo, Ketua DPW PITI Jawa Timur, mengatakan, suatu kesempatan yang luar biasa membagikan angpau pada anak-anak yatim. “Sasarannya sangat tepat karena ditujukan kepada anak yatim,” ujar Haryanto.

Haryanto menyebutkan, kegiatan pembagian angpau pada saat Tahun Baru Imlek merupakan momentum penting warga Tionghoa muslim yang juga merayakan Tahun Baru Imlek. “Memasuki tahun baru, kita awali dengan berbagi,” pria yang baru empat bulan terpilih sebagai Ketua DPW PITI Jatim ini.

“Insya Allah ini akan menjadi agenda kita tahunan dan juga akan kita sebarkan di PITI di daerah masing-masing,” ungkap Haryanto.

Ia juga mengaparesiasi antusiasme para donatur yang berlomba-lomba menyumbang ketika mendengar kegiatan pemberian angpau kepada anak yatim ini dilaksanakan di masjid Cheng Hoo. Sekadar diketahui, kegiatan ini terlaksana berkat dukungan para donatur. Mereka antara lain, H.A.Nurawi, H.Wantono, H. Trisno A, Ibu Pristiwati, HMY Bambang Sujanto, H. Hendry, H. Djoko Slamet, HM Suprianto (Ali Banjar), HM. Jos Soetomo, H Lukman Hakim, H Gianto Tjandra, H Wongso, H Luckyanto, H Sulthony, H Makmun Hasan

Dalam kesempatan itu pula, Haryanto juga berpesan kepada anak-anak yatim agar tidak berputus asa dengan kondisi mereka yang tidak memiliki orangtua. “Semangatlah belajar, semangat bekerja, jangan pernah minder,” pesan Haryanto.

Ketua YMCHI H.A Nurawi pun dalam kesempatan di hadapan para wartawan di sela kegiatan, memberikan ucapan selamat merayakan Imlek kepada warga Tionghoa. “Harapan kami di tahun ayam api, kami pengurus di Yayasan Masjid Cheng Hoo ini mendapatkan banyak dukungan, sehingga kita bisa menyebarluaskan pada orang-orang yang membutuhkan, pada anak yatim dan pada kaum dhuafa,” ujar Nurawi.

Kegiatan semacam ini, sebagaimana ditegaskan Nurawi, nantinya tidak hanya sekali ini saja tapi di tahun tahun yang akan datang. “Tidak hanya di sini tapi nanti secara bergilir ke seluruh Jawa Timur, selain itu peserta juga diupayakan akan terus meningkat,” ujar Nurawi.

Diungkapkan Nurawi, saat ini Masjid Cheng Hoo sudah membentuk pengelola zakat, infaq dan shadaqah (ZIS). “Dana ZIS inilah yang nanti akan digunakan membiayai anak-anak yatim dan fakir miskin,” tukas pria yang juga pengusaha sepatu tersebut. (faz)