Wabup Sidoarjo: Normalisasi Sungai Solusi Jangka Panjang

Nur Ahmad Syaifuddin

Nur Ahmad Syaifuddin

TUBAN (global-news.co.id) – Selama dua minggu ini warga di lima desa di Kecamatan Jabon: Tambak Kalisogo, Semambung, Kedungrejo, Kedungpandan dan Kupang, merasakan genangan air. Kondisi ini bahkan bisa lama lagi mengingat saat ini memasuki musim hujan.

Selain curah hujan yang tinggi juga akibat banjir kiriman dari Bangil, Pasuruan. Derasnya luapan air juga membuat pintu air di dam Golondoro jebol hingga menggenangi kawasan lima desa tersebut.

Sejumlah langkah telah dilakukan Pihak Pemkab Sidoarjo untuk menyelesaikan masalah ini. Salah satunya dengan memperbaiki tanggul. Efektifkah? Berikut kutipan wawancara dengan Wakil Bupati Sidoarjo, H Nur Ahmad Syaifuddin SH:

Apa langkah Pemkab untuk mengatasi banjir di Jabon?
Mengkoordinasikan sejumlah SKPD untuk memberikan bantuan awal pada korban banjir, termasuk bantuan makanan dan kesehatan. Sehingga, beberapa gejala penyakit yang menyerang warga akibat banjir bisa segera tertangani.

Selain mengawal korban banjir?
Membuat tanggul dan memasang sandbag. Peninggian tanggul Banglitak depan balai desa Kedungpandan Jabon hingga perbatasan Desa Kedungboto sepanjang 1,5 meter. Perbaikan dam Golondiri juga sedang dilakukan agar luapan air bisa dicegah. Ini sebagai langkah antisipasi agar air dari wilayah Pasuruan tidak masuk lagi, sehingga debit air tidak terlalu tinggi.

Langkah apa yang dilakukan untuk menyurutkan air?
Sementara menggunakan pompa air portable. Sudah disiapkan dua unit dipasang di Desa Semambung. Ini untuk mengeluarkan air yang ada di daerah tersebut. Selain itu mencoba mengaktifkan pintu air yang saat ini ada empat unit.

Bukannya dari empat pintu air elektrik itu dua di antaranya rusak?
Iya memang rusak. Yang rusak akan tetap digunakan tetapi dengan sistem manual. Sedangkan sistem elektriknya akan dilakukan perbaikan. Dengan langkah ini, debit air yang dari Pasuruan bisa dikontrol.

Bagaimana dengan langkah jangka panjang?
Soal itu sudah kerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Di antaranya akan melakukan normalisasi sungai perbatasan kawasan Jabon, Sidoarjo dengan Pasuruan. Anggaran diambilkan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat senilai Rp 570 miliar.

Mengapa memilih normalisasi sungai?
Normalisasi ini dilakukan untuk mencegah banjir yang melanda kawasan Kecamatan Jabon. Normalisasi akan dilakukan di sungai Kedunglarangan, Wrati, Bangiltak, Golondoro dan Petiken. Normalisasi sungai ditarget bakal rampung tiga tahun dengan anggaran multiyears. Ini akan dilakukan pada 2017.
Apalagi menurut data BPWS, hingga saat ini belum pernah dilakukan normalisasi secara menyeluruh terhadap sungai yang saat ini menjadi penyebab banjir di Jabon.(zal)