Unirow Gelar Diskusi dan Deklarasi Masyarakat Tuban Anti Hoax

Diskusi dan deklarasi masyarakat Tuban anti hoax Jumat (20/1).(GN/Chusnul)

Diskusi dan deklarasi masyarakat Tuban anti hoax Jumat (20/1).(GN/Chusnul)

TUBAN (global-news.co.id) – Maraknya berita hoax  mendapat respon dari berbagai kalangan, tak terkecuali perguruan tinggi tempat para mahasiswa memperdalam pendidikan.

Salah satunya Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban yang menggelar “Diskusi dan Deklarasi Masyarakat Tuban Anti HOAX” di lantai 2 ruang rektorat kampus setempat, Jumat (20/1).

Turut hadir sebagai nara sumber Kepala Dinas Kominfo Tuban Ir Hery Prasetyo MM, Kapolres Tuban AKBP Fadly Samad, Dandim 0811 Tuban Letkol Inf Sarwo Supriyo dan Ketua PWI Tuban Pipit Wibawanto, yang dihadiri ratusan pelajar, mahasiswa dan alumni Unirow Tuban.

Dr Supiana Dian Nurtjahyani M.Kes selaku Rektor Unirow Tuban saat membuka acara menyampaikan, kegiatan ini merupakan pengembangan pembelajaran dari program studi jurusan ilmu komunikasi.

“Ini adalah wujud aktualisasi pembelajaran yang sedang kami kembangkan, sebab pembelajaran itu harus berbasis dari penelitian, artinya hasil penelitian harus bisa dikembangkan menjadi pembelajaran pengabdian masyarakat,” ungkap rektor Unirow Tuban periode 2015 hingga 2019.

Menurutnya, kabar berita yang beredar di Medsos memang memudahkan pembaca, tidak ada yang melarang untuk memposting atau memuat berita dan informasi, dikarenakan alat komunikasi (HP dan laptop) selalu melekat pada diri mahasiswa kapan saja.

Namun dirinya berpesan, agar para mahasiswa selektif untuk memilih mana berita yang layak di posting dan di share, jangan sampai ada mispersepsi dan miskomunikasi yang berakibat pada permusuhan dan pertengkaran sehingga muncul UU ITE.

Sehingga acara tersebut, menurutnya merupakan momen yang tepat untuk bergandengan tangan semua elemen masyarakat. “Di sini ada Kapolres, Dandim, Kepala Dinas Kominfo, PWI Tuban, mahasiswa, dosen dan elemen lainnya, sepakat untuk menyatukan persepsi dan mendeklarasikan masyarakat Tuban anti Hoax,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Tuban, Hery Prasetyo saat menyampaikan materi menyampaikan, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan yang terinisiasi oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban tersebut.

Dirinya mengatakan, Dinas Kominfo Tuban merasa sangat terbantu dengan kegiatan tersebut, semua bisa bergandengan tangan untuk memerangi peredaran berita Hoax. Pemkab Tuban akan selalu mengedukasi masyarakat untuk berhati-hati dengan berita yang tidak sesuai dengan kondisi faktual.

“Yang paling manjur untuk mengantisipasi berita hoax adalah edukasi, memfilter atau memblokir akun dan situs kurang efisien, yang paling efisien dengan memberikan edukasi dan pemahaman pada masyarakat,” ujar mantan Asisten bidang perekonomian dan pembangunan Pemkab Tuban itu.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, nantinya Dinas Kominfo Tuban akan melakukan hal itu melalui lembaga formal maupun non formal untuk terus bersosialisasi memberikan pemahaman kepada masyarakat luas mulai dari anak sekolah, organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat, dan semua elemen yang ada di Kabupaten Tuban.

“Kita nanti juga akan bekerjasama dengan Relawan TIK Tuban untuk memerangi berita hoax,” tegasnya.

Harapannya, masyarakat semakin paham dan mengerti, serta dapat membedakan jenis informasi dan berita yang beredar benar atau salah.

Setelah pelaksanaan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan secara simbolis semua peserta untuk membubuhkan tanda tangan, bertempat di depan gedung utama Kampus Unirow Tuban. Sedikitnya ratusan tanda tangan mendukung “Masyarakat Tuban Anti Hoax”.(hud)