Tolak Radikalisme, Unsur NU Siap Bentengi NKRI

Unsur-Unsur NU siap membentengi NKRI dari kelompok radikal lewat dialog interaktif yang diadakan Gemasaba Jatim, Senin (30/1).

Unsur-Unsur NU siap membentengi NKRI dari kelompok radikal lewat dialog interaktif yang diadakan Gemasaba Jatim, Senin (30/1).

SURABAYA (global-news.co.id) – Maraknya ajaran radikalisme sudah pada taraf mengkhawatirkan. Pasalnya, ajaran tersebut sudah masuk segala lini ke hidupan. Dari mereka yang awam sampai kalangan intelektual. Mereka umumnya terpengaruh propaganda karena para penyebar ajaran radikalisme selalu berkedok pada Islam dan ajaran jihad.

Menyikapi kondisi tersebut Nahdlatul Ulama (NU) tak tinggal diam. KH Ma’ruf Khozin dari Aswaja Center PWNU mengungkapkan, ajaran radikalisme itu hanya bisa ditangkal dengan ajaran Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja) yang rahmatan lil alamin, Islam yang penuh rahmat bagi semesta alam.

Karena itu, pihaknya mengingatkan agar Nahdliyin menjadi muslim yang membumi, Islam Nusantara. Sebab, kita hidup di tanah Indonesia dan minum dari sumber air yang ada di Indonesia.

“Radikalisme itu harus kita tolak karena tidak sesuai dengan ajaran Islam. Radikalisme itu juga pasti bukan ajaran Islam Nusantara yang santun dan menyejukkan. Radikalisme itu ajaran dari luar yang penuh kekerasan,” tegas KH. Ma’ruf Khozin, dalam Dialog Interaktif bertema Waspada dan Tolak Radikalisme Mengatasnamakan Islam di Indonesia yang diadakan Gemasaba Jatim, Senin (30/1).

Senada, Ahmad Tamim, Sekretaris Gerakan Pemuda Ansor Jatim juga mengajak semua pihak terutama warga NU agar mewaspadai kelompok radikal yang belakangan ini tumbuh subur dan menyebarkan pengaruh radikalisme. Anggota DPRD Jatim ini menambahkan, pengaruh radikalisme semakin tumbuh dan berkembang dengan maraknya media sosial (medsos).

Karena itu, lanjut Tamim, GP Ansor telah membentuk tim cyber untuk menangkal dan meluruskan ajaran berkedok Islam yang tidak sesuai dengan Aswaja dan bertentangan dengan Pancasila dan NKRI.

Terbukti, selain mengajarkan kekerasan dan balas dendan, radikalisme itu juga punya misi tersendiri untuk mendirikan negara Islam. Padahal bagi Ansor, dan Bangsa Indonesia, NKRI adalah harga mati.

“GP Ansor siap membentengi NKRI dari gerakan radikal yang ingin merubah dasar negara dan merongrong NKRI. Sejarah sudah membuktikan kesetiaan dan pengorbanan Ansor pada NKRI,” ujar politikus PKB itu.

Sementara itu, Kabag BinOps DitBinmas Polda Jatim, AKBP Dody Eko Wijayanto mengungkapkan, pihaknya juga memantau kondisi yang terjadi belakangan ini. Pihaknya menilai ancaman radikalisme dan disintegrasi sudah nyata di depan mata. Beruntung, bangsa ini masih punya NU sebagai ormas terbesar yang selalu mengawal NKRI.

“Bangsa ini beruntung memiliki elemen NU sebagai bagian anak bangsa yang selalu menjadi garda terdepan dalam mengawal NKRI. Namun kewaspadaan harus ditingkatkan, kita tak boleh lengah dengan ancaman yang ada,” pungkas pamen polri yang jago mendalang itu.(rdl)