Tak Curi Data, Undangan Saluran BBM Tetap Berbahaya

GN/Istimewa Tampilan layar smartphone yang menunjukkan undangan Saluran BBM

GN/Istimewa
Tampilan layar smartphone yang menunjukkan undangan Saluran BBM

JAKARTA (global-news.co.id)-Pengguna aplikasi BlackBerry Messenger sepanjang Jumat (20/1/2017) banyak dihebohkan menerima undangan Saluran BBM. Undangan tersebut ternyata menyimpan potensi bahaya besar.

Direktur Vaksincom Alfons Tanujaya mengatakan undangan Saluran BBM ini memang tidak akan mencuri data pengguna, asalkan yang dikirimkan hanya berupa informasi. Tapi lain soal bila yang terkirim adalah virus.

“Bisa mencuri data kalau yang dikirim adalah virus dan virusnya dijalankan oleh korban,” jelas Alfons seperti dilansir detiknet, Sabtu (21/1/2017).

Namun ancaman yang lebih serius ketika Saluran BBM ini disalahgunakan. Imbasnya bisa lebih dari yang dibayangkan.

“Dalam beberapa jam setelah broadcast spam disebarkan, Saluran BBM mencapai 6 juta pengguna. Bayangkan jika mencapai 10 juta dan dipakai buat menyebar hate speech, hoax, penipuan, sara dan iklan porno. Dampaknya akan luar biasa,” ujar Alfons.

Alfons mengatakan penyebaran spam Saluran BBM ini dinilai cukup berhasil. Sang penyebar sepertinya telah menyiapkan secara matang sehingga tiap jam jumlah pengguna yang mengikuti Saluran BBM terus bertambah.

“Sepertinya sudah mengincar weekend. Mungkin dia perhitungan pada liburan, jadi ngga ada yang menangkal aksinya,” ungkapnya.

“Selain itu pengguna BBM rata-rata bukan anak muda. Jadi kemungkinan besar gaptek. Jadi disuruh apa aja diikuti,” imbuh Alfons.

Seperti diketahui, sepanjang Jumat (20/1/2017) banyak pengguna melapor bahwa mereka menerima pesan broadcast yang berisi undangan untuk bergabung ke Saluran BBM. Pengguna diimingi bebas kuota bilang mengikuti ajakan tersebut.

Lewat akun Twitternya, pihak BBM mengonfirmasi bahwa Saluran BBM tersebut palsu. Mereka pun meminta pengguna untuk tidak bergabung dan menyebarkannya. Pihak BBM pun tengah berupaya mengatasi masalah ini. (dnt/faz)